Serap Ribuan Tenaga Kerja
SUMBAWA BESAR, SR (26/6/2019)
Kabupaten Sumbawa siap menyambut investasi besar yang diyakini mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Sebab melalui investasi ini, sampah berubah menjadi berkah karena akan disulap menjadi bahan bakar energi listrik. Selain itu lahan tidur menjadi lahan produktif, yang bisa panen tiga kali setahun, serta mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Adalah PT Gemco—perusahaan asal Korea yang akan melakukan investasi Pengembangan Wood Pellet, Pembangunan Biomass Power Plant, dan Budidaya Tanaman Energi. Yang hebatnya lagi kehadiran investasi ini mewujudkan harapan masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa yaitu terbangunnya Pelabuhan Teluk Santong. Dalam pelaksanaan proyek besar ini, perusahaan Korea tersebut mempercayakan kepada PT Alam Bumi Cemerlang (PT ABC) selaku konsorsium lokal yang nantinya bekerjasama dengan Pemda (BUMD/ BUMDes). Rencananya Ground Breaking pembangunan infrastruktur tersebut akan dilaksanakan September 2019 mendatang. Sebagai bentuk kesungguhan, manajemen perusahaan dari Korea tersebut bertolak dari Korea untuk memenuhi undangan DPRD Sumbawa dalam rangka pertemuan sekaligus mempresentasikan rencana investasi. Pertemuan di Gedung DPRD Sumbawa yang dipimpin Wakil Ketua Dr. Drs. A. Rachman Alamudy SH., M.Si pada Selasa (25/6) ini, dihadiri Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc, dua pimpinan DPRD, Muhammad Yamin SE., M.Si dan Kamaluddin ST M.Si beserta segenap anggota, Rektor UTS Dr. Andy Tirta, Rektor IISBUD Sarea, Miftahul Arzak, anggota Forkopimda, dan sejumlah kepala OPD terkait termasuk di antaranya Kadis Pertanian Ir. Talifuddin M.Si dan Kadis PMPTSP Sumbawa, Tarunawan S.Sos, SP.
Dalam presentasinya, Ismadi Suparjo Direktur Pengembangan Bisnis PT ABC sekaligus mewakili investor mengatakan, bahwa proyek yang dilaksanakan oleh investor adalah membangun Biomass Power Plant (PLTBm) (Renewable Energy), Pabrik Pelet Kayu, Budidaya Tanaman Energi, dan Pelabuhan Teluk Santong di Kabupaten Sumbawa. Pabrik pellet yang dibangun ini memiliki kapasitas 200.000–500.000 ton Wood Pellet per tahun. Itupun sesuai dengan ketersediaan bahan baku tanaman energy seperti sampah dan bonggol jagung, dan tanaman kayu gamal. Nantinya wood pellet ini menjadi bahan bakar power plant yang menghasilkan energy listrik sebesar 10—30 Mega Watt (MW) sesuai dengan maksimal kontrak dengan pihak PLN. Dalam mendukung keberadaan pabrik ungkap Midi—akrab Ismadi disapa, secara paralel akan dibangun Pelabuhan Teluk Santong. Pelabuhan ini akan dibangun dekat lokasi pabrik pellet dengan kapasitas kapal 30.000 ton sampai dengan 75.000 ton.
Lebih jauh dijelaskan Midi, keberadaan investasi ini memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat dan daerah ini. Investasi ini melibatkan ribuan petani dalam penanaman tanaman energy. Petani jagung bisa berhemat jutaan rupiah karena dalam penanaman hingga pembersihan lahan akan diintervensi perusahaan. Untuk serapan tenaga kerja terkait keberadaan pabrik dan power plant, diperkirakan mencapai 8.000 orang. Masyarakat sekitar pelabuhan juga mendapat penghasilan tambahan karena adanya aktivitas eksport Wood Pellet.
Kemudian dampak bagi daerah, sambung Midi, di antaranya tambahan penerimaan pajak daerah. Semua investasi dibiayai investor tanpa menggunakan pembiayaan APBN dan APBD. Selanjutnya kepemilikan saham daerah, dan dalam pelaksanaan kegiatan investasi melibatkan BUMD dan BUMDes. Ketika semuanya lancar dan Pemda Sumbawa memberikan kemudahan serta masyarakat mendukung, pihaknya akan melaksanakan ground breaking pada tahun ini. “Pendanaan dan teknologi bagi investasi ini sudah oke. Kita tinggal memenej bahan bakunya,” tandasnya.
Untuk diketahui, GIMCO berdiri pada tahun 2000 dan mengerjakan proyek IPP pertama di Korea. Tahun 2005 membangun Pembangkit Listrik IPP Biomasa Pertama di Korea dan Tahun 2010 membuat Perkebunan terpadu serta pembangkit listrik biomassa di Fiji. (JEN/SR)






