SUMBAWA BESAR, SR (25/6/2019)
Keberadaan portal di setiap simpangan atau pintu masuk dalam Kota Sumbawa banyak yang rusak sehingga tidak berfungsi. Kondisi tersebut membuat truk-truk besar leluasa masuk kota terutama di jam-jam yang dilarang aturan. Hal ini mendapat sorotan tajam dari Komisi III DPRD Sumbawa.
Ketua Komisi setempat, Rusli Manawari menyesalkan kinerja Dinas Perhubungan yang terkesan lalai terhadap keberadaan portal. Disinyalir ada pembiaran dengan kondisi portal yang rusak itu tanpa ada perbaikan. Jika terus dibiarkan maka kerusakan jalan tidak bisa dihindari karena bebasnya truk besar masuk kota. “Sejumlah portal sudah tidak layak atau rusak, bahkan ada yang sudah roboh akibat hantaman kendaraan besar yang sengaja ingin masuk ke jalur kota,” kata Rusli—akrab politisi yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Sumbawa ini.
Ia berharap Dishub cepat mengambil sikap dengan tidak membiarkan keadaan berlarut-larut. Sebab kerusakan jalan kota akibat dilintasi truk besar akan menelan anggaran pemeliharaan jalan yang cukup besar setiap tahunnya. “Kami minta anggarkan dana perbaikan portal melalui APBD,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbawa, Abdul Azis mengakui banyaknya portal yang rusak. Sejauh ini pihaknya belum mengajukan anggaran untuk perbaikan maupun pembangunan sejumlah portal. Ia telah memerintahkan stafnya untuk menginventarisir jumlah dan tingkat kerusakan portal termasuk item-item pengerjaan lain yang menyangkut kepentingan umum. Hasil inventarisir ini menjadi bahan untuk diajukan ke DPRD agar dapat dianggarkan. Selain itu, pihaknya juga akan membangun pos-pos penjagaan di setiap portal, sehingga tidak ada lagi truk-truk besar yang melanggar aturan. (SR)






