Jamaah Calon Haji Sumbawa Bakal Bertambah

oleh -487 Dilihat
Kasi Penyelenggaran Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H Suryanto S.Ag

SUMBAWA BESAR, SR (22/2/2019)

Diperkirakan jumlah Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumbawa yang diberangkatkan tahun ini ke Tanah Suci Makkah, akan bertambah. Menyusul adanya permohonan dari 48 JCH. Sebelumnya tercatat 283 JCH sudah pasti diberangkatkan untuk melaksanakan rukun Islam tahun ini. “Ada 48 CJH yang bermohon agar bisa berhaji tahun ini. Mereka ini di luar kuota reguler. Kalau kuota reguler yang sudah pasti berangkat itu ada 283 orang,” sebut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H Suryanto, S.Ag, kemarin.

Mereka yang mengajukan permohonan berhaji ungkap Haji Anto–sapaan akrabnya, berasal dari penggabungan Mahrom sebanyak 9 orang, lansia 21 orang dan JCH cadangan 18 orang. Permohonan itu sudah dimasukkan dalam aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Terkabul tidaknya permohonan mereka ini tergantung terpenuhi dan tidaknya porsi atau kuota haji untuk NTB. Artinya, jika nanti ada di antara JCH NTB yang tidak melunasi BPIH dari tenggat waktu yang sudah ditentukan, maka merekalah yang berhak mengisi nomor porsi yang kosong nanti. “Mekanismenya seperti itu. Data JCH yang bermohon ini sudah kita masukkan ke Siskohat. Prediksi kita sih sepertinya JCH Sumbawa, yang berangkat bertambah, sebab selama ini tetap ada penambahan,” ujarnya.

Mengenai jadwal pelunasan BPIH, Haji Anto mengaku belum ditetapkan. Yang sudah disahkan oleh DPR RI sejauh ini baru menyangkut besaran biaya haji. Dan saat ini tinggal menunggu Kepresnya saja.  Secara nasional besaran biaya haji untuk tahun 2019 memang sudah ditetapkan. Namun, besaran biaya pelunasan masing-masing provinsi dipastikan berbeda. Adanya penetapan zona embarkasi menjadi alasan perbedaan tersebut. Sebagai gambaran, untuk embarkasi Lombok tahun lalu sebesar Rp 38,9 juta.

Lebih lanjut Haji Anto menjelaskan, meski pemberangkatan masih lama, JCH yang sudah dipastikan berangkat saat ini sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas masiang-masing. Kegiatan ini dilakukan sampai jamaah melakukan pelunasan. Pemeriksaan awal kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah JCH memiliki penyakit atau tidak agar mudah dideteksi oleh dokter sebelum berangkat. “Nanti ada juga pemeriksaan kesehatan tahap kedua. Malah sudah ada puskesmas yang melaksanakannya. Pemeriksaan kesehatan tahap dua ini sebagai salah satu syarat pelunasan, apakah JCH ini Istitoah (mampu menjalankan ibadah haji dari segi kesehatan) atau tidak,” ujarnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *