SUMBAWA BESAR, SR (22/11/2018)
Kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 5 Sumbawa terganggu ketika hujan datang mengguyur. Pasalnya atap di tiga ruang kelas, ditambah ruang perpustakaan dan ruang BP, bocor. Air pun menggenangi ruangan. Akibatnya kegiatan belajarpun diundur dari jam biasanya.
Kepala SMP Negeri 5 Sumbawa, Drs Herman yang ditemui mengakui kondisi tersebut. Kekhawatiran bocornya sejumlah ruangan di sekolahnya sudah diketahui sejak menjabat sebagai kepala sekolah Januari 2018 lalu. Soalnya banyak genteng di sekolahnya yang rusak. Rasa khawatirnya itupun, terbukti. Ketika hujannya malam hari, paginya pasti anak-anak tidak bekajar karena harus membersihkan dan menguras air yang tergenang di dalam ruangan.
Kondisi sekolahnya ini menurut mantan Kepala SMPN 1 Moyo Utara itu, sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa. Tim konsultan juga sudah datang meninjau langsung seluruh ruangan yang bocor tersebut. Dinas Dikbud sudah berjanji akan segera memperbaikinya. “Kami berharap perbaikannya dilakukan secepatnya,” pintanya.
Ditemui terpisah Kasubag Perencanaan, Keuangan dan Barang Milik Daerah Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud ME mengakui telah menerima laporan tentang kondisi sekolah tersebut. Ia juga telah meminta tim konsultan datang mengecek langsung ke lapangan. Amir berjanji dalam minggu ini kerusakan itu diperbaiki. “Anggarannya sudah kita siapkan,” ujarnya. (SR)






