SUMBAWA BESAR, SR (20/11/2018)
Pencairan bantuan gempa di Kabupaten Sumbawa untuk pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak, terbilang alot. Hal ini ditandai dengan masih banyaknya korban yang belum membangun rumahnya atau rumah yang dibangun baik dalam bentuk RISHA, RIKO, dan RIKA ini belum tuntas. Selain itu sebagian dari korban gempa sampai saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Padahal saat ini mulai memasuki musim penghujan. Terhadap alotnya pencairan dana bantuan ini, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengungkap penyebabnya.
Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani yang berkunjung di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Selasa (20/11), Gubernur yang didampingi Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widiawati SE., M.Sc, mengakui bahwa proses pencairan bantuan pemerintah yang dirasakan masyarakat terdampak, begitu sulit. Meski uang bantuan itu ada dan masuk ke rekening masing-masing korban, tapi rumahnya tak kunjung dibangun. Ternyata berdasarkan pengalaman di berbagai daerah yang terkena bencana serupa seperti NTB, terungkap ketika bantuan bangunan rumah akibat gempa itu dicairkan oleh masing-masing individu korban, biasanya uangnya habis, tapi rumahnya tidak terbangun sehingga berisiko hukum. Dengan kejadian ini akhirnya dilakukan evaluasi untuk mencegah agar bantuan yang diberikan tersebut tidak berujung kasus hukum. Karena itu pemerintah menyarankan untuk membentuk kelompok masyarakat (Pokmas).
Kabupaten Sumbawa diakui Gubernur, agak lambat pencairan bantuan. Karena Pokmas terlambat dibentuk. Kemudian setelah Pokmas terbentuk, proses pencairan dana bantuan dari pusat ke rekening Pokmas, terlambat. Persoalan lain alotnya pembangunan rumah korban terdampak, adanya Inpres yang mengharuskan rumah yang dibangun itu tahan gempa. Secara teknis memang ribet karena harus dicek PUPR dan fasilitator.
Meski demikian Gubernur menargetkan bahwa apapun bentuk rumah apakah RISHA, RIKA dan RIKO, asalkan tidak ada lagi masyarakat yang menetap di tenda-tenda pengungsi karena hujan telah tiba. Pihaknya berupaya maksimal sehingga masyarakat dapat membangun kembali rumahnya yang terkena gempa. (JEN/SR)






