Diusulkan 255 Milyar, yang Dicairkan Baru 17,9 Milyar
SUMBAWA BESAR, SR (20/11/2018)
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc meminta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani untuk segera mencairkan dana bantuan pembangunan rumah terdampak gempa bumi di sejumlah kecamatan wilayah Kabupaten Sumbawa. Sebab sampai sekarang bantuan tahap II untuk rumah rusak berat, sedang dan ringan belum dicairkan ke rekening korban. Permintaan ini disampaikan Bupati saat Menko Puan Maharani beserta rombongan termasuk Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc menemui korban gempa di Kecamatan Alas Barat, Selasa (20/11).
Dalam kesempatan itu Bupati melaporkan terkait penanganan pasca bencana gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan data tim verifikasi yang menghasilkan 11 keputusan Bupati Sumbawa tentang Penetapan Hasil Verifikasi Kerusakan Perumahan Warga Terdampak Gempa, tercatat sebanyak 14.772 total unit rumah yang megalami kerusakan. Rinciannya rusak berat 2.272 unit, rusak sedang 2.718 unit, dan rusak ringan 9.782 unit. Adapun nilai kebutuhan dana siap pakai yang diajukan ke pemerintah pusat (BNPB) mencapai Rp 255.540.000.000 (255,5 Miliyar). Namun yang telah ditransfer ke rekening BPBD Kabupaten Sumbawa dari usulan tersebut sampai saat ini hanya Rp 17.930.000.000 (17,9 Milyar). Dana tersebut telah tersalur dalam rekening penerima (warga sasaran terdampak bencana). Yakni, kategori rusak berat sebanyak 151 rekening dengan nilai masing-masing Rp 25 juta dengan total Rp 3.775.000.000 (3,77 Milyar), rusak sedang 327 rekening dengan nilai masing-masing Rp 25 juta dengan total Rp 8.175.000.000 (8,17 Milyar) dan rusak ringan sebanyak 598 rekening masing-masing Rp 10 juta dengan total Rp 5.980.000.000 atau 5,98 Milyar. “Jumlah dana yang sudah cair dari pusat ini jumlahnya masih jauh dari harapan,” ucapnya.
Di bagian lain Bupati juga melaporkan perkembangan pembangunan hunian warga terdampak gempa, baik berupa Hunian Tetap (Huntap) maupun Hunian Sementara (Huntara). Pilihan minat warga terhadap Huntap atau rumah tahan gempa jenis RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) mencapai 479 unit, yang sudah terpasang sebanyak 13 unit dan 73 unit lainnya masih dalam proses. Kemudian Huntap jenis RIKA (Rumah Instan Sederhana Kayu) 461 unit, yang sudah terpasang 1 unit, dan 15 unit lainnya masih dalam proses pemasangan. Pilihan minat warga terhadap Huntap jenis RIKO (Rumah Instant Sederhana Konvensional) 389 unit, dan 5 unit masih dalam proses pemasangan.
Selanjutnya terkait progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang bersumber dari Dana Bansos Pemkab Sumbawa Tahun 2018, ungkap Bupati, dari target 1500 Huntara, untuk Tahap I akan dibangun 442 unit dan Tahap II sebanyak 459 unit, sisanya akan dibangun pada Tahap III. Untuk Tahap I, telah terealisasi Huntara sebanyak 410 unit, dengan rincian progres 30% (rangka) 33 unit, progres 50% (rangka + atap) 57 unit, dan progres 100% (rangka + atap + dinding) 320 unit. Adapun pembangunan Huntara yang bersumber dari LSM/Relawan, dari target 615 unit Huntara, yang telah terealisasi 10 unit untuk progres 30%-50%, dan 407 unit untuk progres 100%.
Kemudian terkait pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana umum darurat, progres pembangunan sarana pendidikan (sekolah) yang sudah mencapai 100% sebanyak 9 unit sekolah dari 24 sekolah yang terdampak gempa. Selebihnya masih dalam proses pembangunan lantai, dinding, atap dan finishing. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan seluruh komponen masyarakat bersinergi dan terlibat aktif dalam penanganan pasca gempa khususnya dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi ini. Mudah-mudahan kekompakan ini dapat terus terjalin dan kita semua tetap bersemangat dalam membantu dan menangani warga terdampak bencana gempa bumi, khususnya di Kabupaten Sumbawa ini,” pungkasnya. (JEN/SR)






