KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, SR (09/10/2018)
Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan 240 ekor sapi Brahman Cros dari Australia untuk para peternak di Kabupaten Sumbawa. Bantuan itu diberikan kepada masing masing 10 kelompok petani ternak di Kecamatan Labangka dan Kecamatan Lunyuk. Setiap kelompok mendapatkan 12 ekor.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (8/10) menyebutkan bantuan ternak itu akan tiba di Sumbawa, November 2018 mendatang. Bantuan tersebut dalam rangka mendukung program Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung Terintegrasi Sapi (Gema JIPI). “Kami perrkirakan November atau paling lambat awal Desember bantuan sapi itu sudah tiba di Pelabuhan Badas Sumbawa,” terangnya.
Diakui Talif—akrab pejabat ramah ini disapa, bahwa proses pengiriman ternak ke Sumbawa menjadi sedikit lambat. Ini karena adanya perubahan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari yang sebelumnya Balai Ternak Unggul Denpasar ke Balai Ternak Unggul Maros Sulsel.
Mengenai kesiapan kelompok ternak penerima bantuan, Talif mengatakan dalam minggu ini tim dari Kementan datang mengecek langsung kesiapan akhir terutama kesiapan pakan dan kandang. Namun dari pengecekan terakhir Disnakeswan, kelompok penerima sudah sangat siap. Tetapi tentunya tim Kementan memiliki standarisasi tersendiri untuk memastikan kesiapan itu mengingat Sapi Brahman Australia ini memiliki bobot yang besar sehingga mesti ada penyesuaian dari segi kandang maupun pakan. Karenanya lanjut Talif, bantuan sapi tahun pertama ini diperuntukkan bagi 20 kelompok di dua kecamatan tersebut. Kelompok ini sudah lama dipersiapkan sebagai pilot project pengembangan sapi di Sumbawa, dengan dilengkapi kandang dan kebun pakan yang memenuhi syarat dan terstandarisasi, sekaligus berbasis teknologi dalam pengolahan pakannya. “Proses pemilihan kelompok ini cukup lama. Kami lihat mereka secara kelembagaan, pencatatan dan lainnya sudah siap. Makanya kami terus bina dan semakin hari harus semakin berkembang. Jika pilot project ini gagal, taruhannya pusat tidak akan lagi percaya sama kita,” tandasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya kelompok ternak penerima bantuan telah melalui proses verifikasi di Labangka sekitar Februari lalu. Verifikasi langsung dilakukan terhadap peternak calon penerima bantuan dengan membagi tim di Labangka dan Lunyuk. Termasuk melihat ketersediaan pakan di dua wilayah tersebut. Terutama dalam hal persediaan kebun hijauan pakan ternak seperti Lamtoro, taramba dan kinggrass. (JEN/SR)






