ACT DIY Berangkatkan 6 Truk Kemanusiaan Menuju Palu

oleh -321 Dilihat

PALU, SR (06/10/2018)

Bantuan untuk korban gempa di Palu dan Donggala terus mengalir. Jum’at siang (5/10) Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY memberangkatkan enam truk kemanusiaan menuju Palu, Sulawesi Tengah. Truk-truk yang membawa bantuan logistik berupa bahan pokok, pakaian, kebutuhan sanitasi, serta logistik lainnya, diberangkatkan dari Universitas Islam Indonesia (UII). “Ini merupakan pemberangkatan truk kemanusiaan pertama yang akan menuju Palu. Alhamdulillah dari persiapan yang cukup singkat, kita bisa memberangkatkan enam truk yang berisi bantuan logistik untuk saudara-saudara kita di Palu dan Donggala,” kata Kepala Cabang ACT DIY, Agus Budi Hariyadi.

Agus menambahkan upaya adalah ikhtiar sebagai respon cepat untuk memastikan stok bantuan secepat mungkin memenuhi posko induk di Palu. Dengan ketersediaan stok bantuan di posko induk, secara psikologis ini akan menenangkan korban gempa yang saat ini dalam kondisi sulit. Bantuan Logistik dari Yogyakarta berasal dari mitra Universitas Islam Indonesia (UII), Masjid Al Furqon, Margaria Group, Karuma Swalayan, Batik Paradise, Medical Volunteer, Bengkel Astra, Butik Delmora, serta bantuan dari masyarakat Yogyakarta. “Kami menyampaikan duka yang mendalam ketika mengetahui saudara-saudara kita di Palu dan Donggala terkena gempa bumi dan tsunami. Kami berikhtiar berbuat sesuatu untuk membantu saudara-saudara yang terdampak. Sebagaimana yang kami lakukan untuk Lombok, kami juga mengirimkan tim tanggap darurat, tim medis, serta logistic,” ungkap Rektor UII, Fathul Wahid.

Tim tanggap darurat dan tim medis sudah berangkat beberapa hari lalu. Hari ini, UII bersama dengan ACT mengirimkan bantuan logistik di area terdampak. “Ikhtiar kecil ini adalah tanda cinta kami, simbol empati kami, untuk saudara-saudara kita di sana,” tambahnya.

Truk-truk kemanusiaan yang berangkat dari Yogyakarta akan menempuh jalur darat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Di pelabuhan nantinya akan dibersamai oleh truk-truk logistik dari ACT CabangJawa Tengah dan Jawa Timur, serta 1.000 ton beras dari Lumbung Pangan Masyarakat di Blora. Bertolak dari Surabaya, bantuan logistik yang berasal dari beberapa wilayah akan dilayarkan menggunakan kapal TNI AL menuju Palu, Sulawesi Tengah. Diperkirakan bantuan logistik akan sampai di posko utama di Palu setelah tiga hari perjalanan laut. Digunakannya Kapal TNI AL untuk mengangkut bantuan logistik karena kondisi darurat serta pelabuhan di Palu yang masih kondisi rusak. Setibanya di Palu, bantuan kemanusiaan akan diturunkan di posko kemanusiaan ACT untuk diolah di dapur umum dan didistribusikan kepada korban gempa dan tsunami yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *