Tingkatkan Pelayanan, RSUD ASSYIFA Segera Buka Pelayanan Mata

oleh -342 Dilihat
Ilustrasi

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASSYIFA KABUPATEN SUMBAWA  BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (18/09/2018)

Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Assyifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus melakukan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Setelah berhasil membuka layanan Penyakit Dalam, dan dalam waktu membuka layanan Gangguan Jiwa, kini rumah sakit kebanggaan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri ini menambah satu lagi pelayanan. Yakni pelayanan Mata.

Ditemui SAMAWAREA Selasa (18/9), Direktur RSUD Assyifa, dr. Carlof Sitompul mengatakan tingginya angka rujukan pasien penyakit mata di RSUD Assyifa membuat jajarannya terdorong untuk mengupayakan adanya pelayanan mata tersebut. Pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Universitas Udayana menawarkan kerjasama dalam bidang pelayanan mata. Tawaran ini direspon positif pihak universitas yang berada di Pulau Bali itu dengan menyatakan kesiapan untuk menempatkan lulusannya di RSUD Assyifa. “Kami juga sudah melakukan pembicaraan secara teknis dengan dokternya. Dokter itu siap datang, sehingga kami merencanakan Oktober 2018 ini pelayanan Penyakit Mata di RSUD Assyifa sudah bisa diterapkan,” ujarnya.

Untuk mendukung pelayanan tersebut berjalan lancar, dr Carlof mengaku sudah menyiapkan segala kebutuhannya baik ruangan, hingga peralatan penunjang seperti mesin mata. “Kami sudah melakukan pengecekan terhadap alat, dan siap untuk digunakan. Demikian dengan insentif, untuk sementara dokter mata itu akan diberikan insentif 30 juta perbulan, kendaraan dinas, dan rumah tempat tinggal selama bertugas,” bebernya.

Ia berharap dengan adanya pelayanan mata ini, masyarakat KSB tidak kesulitan mencari tempat memeriksa mata. Selama ini, bukan hanya pasien penyakit mata berat yang dirujuk, tapi juga pasien penyakit mata ringan. Angkanya sangat tinggi setiap tahunnya dan harus ditangani spesialisnya. Sebab mata merupakan bagian yang sangat sensitif sehingga penanganannya tidak sembarangan. “Hanya sekedar memeriksa mata untuk menggunakan kaca mata, kami harus rujuk pasien ke Sumbawa. Banyak orang berpikir bahwa penglihatan mereka baik-baik saja atau matanya sehat. Tetapi melakukan pemeriksaan mata ke dokter mata adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah matanya mengalami gangguan atau tidak. Apalagi dengan pekembangan zaman tekhnologi, pancaran cahaya HP dan komputer secara tidak sadar sangat mempengaruhi penglihatan,” pungkasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *