SUMBAWA BESAR, SR (04/09/2018)
Lembah Teba Murin Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, kembali meriah, Sabtu malam kemarin. Komunitas dari beragam latar belakang berkumpul. Di antaranya dari Komunitas Vespa, Komunitas Pecinta Alam, Seniman, Pemerhati Budaya dan Adat Tana Samawa, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Sumbawa Black Community (SBC) dan lainnya.
Alunan music dari group ternama Sumbawa “Losong” dengan lagu-lagu romantis, kian menambah kesyahduan malam di Lembah Air Terjun Teba Murin—yang telah dijadikan salah satu destinasi wisata. Para pengunjung yang datang tidak ingin beranjak. Mereka menghabiskan malam di lembah tersebut dengan membangun tenda dan berkemah. Keindahan malam itu semakin lengkap dengan cahaya Bulan Purnama mengantarkan para peserta kegiatan bertajuk “Romantic Night Festival Tebak Murin” larut dalam suasana romantis. Ditambah lagi dengan kenikmatan jajanan pasar tradisional “Poka Moon” yang sengaja disajikan para pemuda dan warga Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar, serta kesegaran serupan minuman “Ai Poka”—minuman khas Dusun Pemangong yang merupakan buatan Datu Rahmat.
Malam Romantic Night di penghujung Festival Teba Murin ini digelar para pemuda dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) kecamatan setempat dan sudah berjalan untuk kedua kalinya sejak Tahun 2017 lalu. Event tersebut menyajikan atraksi budaya, pagelaran seni, serta pasar tradisional “Poka Moon” yang dipusatkan di lembah Air Terjun Teba Murin.
Opan Sadiman dari Komunitas Sumbawa Black Community (SBC) merasa sangat gembira dan antusias ikut menikmati berbagai sajian dalam event itu. Ia sengaja memboyong keluarganya di Lembah Teba Murin tersebut untuk kembali merasakan suasana romantis dalam mengenang masa remajanya dulu. Opan berharap event tersebut tetap berkesinambungan. Selain acaranya menarik juga dukungan fasilitas yang ada cukup lengkap seperti tangga seribu dan jembatan goyang yang memudahkan pengunjung untuk datang ke lokasi. “Ini luar biasa malam penuh romantis dengan alunan lagu-lagu Sumbawa yang dipersembahkan Group Losong yang kebetulan favorit saya. Serasa kami berada di negeri lain,” ujar Opan.
Ketua Panitia Festival Teba Murin, Syahruddin mengungkapkan bahwa event Romantic Night ini bagian dari Festival Teba Murin yang sudah berlangsung selama tiga hari. Konsep yang disajikan di antaranya Camping Ground, Pasar Poka Moon, Atraksi Budaya Jeruk Ai Oram, dan Romantic Night yang disajikan melalui konser tunggal Band Losong dengan lagu lagu lawas Sumbawanya. Event ini diharapkan menjadikan magnet wisata di Desa Lenangguar guna menarik wisatawan berkunjung ke Lembah Air Terjun Teba Murin. “Potensi alam di Teba Murin ini tidak kalah indahnya dengan potensi wisata lainnya. Untuk mempercantik dan memberi daya tarik para wisatawan maka kami dari panitia memberikan sajian sajian khas berselera dengan gaya modern dan tradisional,” bebernya.
Ide-ide kreatif yang terjadi dalam kegiatan itu diakui Syahruddin, merupakan hasil kerja dan pemikiran para pemuda, Pokdarwis dan Karang Taruna desa setempat, serta didukung penuh Pemerintah Kecamatan Lenangguar, Lembaga Adat Lenangguar, dan support Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata melalui Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Kabupaten Sumbawa. “Kami berharap event ini menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata Sumbawa, karena di dalamnya ada Pasar Tradisional Poka Moon dan Romantic Night yang merupakan penggabungan destinasi wisata dan peningkatan ekonomi kreatif masyarakat Lenangguar,” demikian Syahruddin. (JEN/SR)






