SUMBAWA BESAR, SR (18/09/2018)
Naas menimpa Thibault Sarda (31) dan Basile Sarda (24). Dua wisatawan asing asal Prancis ini dirampok di Dusun Brang Kua, Pulau Moyo, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa, saat hendak menuju Air Terjun Mata Jitu, Senin (17/9) pukul 10.00 Wita. Para pelaku yang berjumlah 5 orang, empat di antaranya mengenakan kain penutup wajah ini mengancam kaka beradik tersebut lalu mengambil sejumlah barang berharga dan uang tunai Rp 22 juta. Total kerugian yang dialami mencapai Rp 124 juta. Dalam kondisi tak punya apa-apa, kedua turis ini bertemu dengan Iksan Andi Maulana—warga Desa Labuan Sumbawa yang kerap menjadi gaet para turis. Selanjutnya Iksan mendampingi korban melaporkan kasus tersebut secara resmi ke Polres Sumbawa, Selasa (18/9).
Dikonfirmasi SAMAWAREA, Thibault Sarda didampingi adiknya menuturkan, sebelumnya mereka berwisata di Gunung Tambora, Bima. Selanjutnya mereka berniat menuju Pulau Moyo untuk menikmati air terjun Mata Jitu di Desa Labuan Aji Pulau Moyo. Sebelum ke sana, kedua korban menginap di kediaman saksi LT wilayah Lepaloang. Esok paginya, Senin (17/9) pukul 08.00 Wita, kedua korban bersama saksi menuju Labuan Aji menggunakan perahu. Namun dalam perjalanan, LT menurunkan kedua korban di Desa Brangkua, seraya meminta korban berjalan kaki menuju Desa Labuan Aji. Selang 10 menit sepeninggal LT yang balik ke Brangkua menggunakan perahu, muncul 5 orang, empat di antaranya menggunakan cadar. Para pelaku ini mengancam korban dengan cara menodongkan senjata tajam, dan meminta agar menyerahkan semua barang berharga yang dibawanya. Dengan terpaksa korban menyerahkan Kamera Canon, Laptop merk Apple, Visa Premier, dan uang tunai Rp 22 juta. Total kerugian mencapai Rp 124 juta. Kini kasus tersebut telah ditangani penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, dan korban sudah berkoordinasi dengan pihak kedutaan mengingat sejumlah dokumen legalitas keberadaannya di Indonesia telah dirampas perampok.
Adanya kejadian yang menimpa dua bule ini, diakui Iksan Andi Maulana–pendampingnya. Iksan mengaku menemukan dua bule tersebut dalam kondisi memprihatinkan, tidak ada sepeserpun uang di kantongnya. Sebagai orang yang kerap mendampingi turis yang hendak menikmati panorama alam di Pulau Moyo, Iksan terpanggil untuk membantunya bahkan mendampinginya untuk melaporkan masalah itu kepada pihak kepolisian. “Mereka ini tamu negara yang ingin menikmati alam kita. Kewajiban kita untuk membantunya,” kata Iksan.
Iksan sangat menyesalkan terjadinya peristiwa itu. Ini secara tidak langsung telah mencoreng nama baik Pulau Moyo sebagai tujuan wisata. Karenanya Ia berharap pelakunya segera tertangkap agar tidak ada lagi korban-korban lainnya.
Sejauh ini SAMAWAREA belum mendapatkan keterangan resmi dari Polres Sumbawa terkait adanya kejadian itu. Dan hingga berita dipublikasikan, kedua korban masih dimintai keterangan di ruang Reskrim, didampingi penterjemah Randy Pratama—wartawan Radar Sumbawa. (JEN/SR)






