SUMBAWA BESAR, SR (28/08/2018)
Selain membutuhkan bantuan logistik, korban gempa Alas yang masih menempati tenda-tenda pengungsian di Kecamatan Alas, Alas Barat dan Buer Kabupaten Sumbawa juga mengharapkan penanganan medis. Pasalnya hidup di pengungsian dengan kondisi yang serba terbatas sangat sangat rawan mengalami gangguan kesehatan. Karenanya
Klinik Surya Medika PKU Muhammadiyah tanggap terhadap dua kebutuhan tersebut. Klinik yang berlokasi di Jalan Hasanuddin Sumbawa Besar ini menyalurkan bantuan logistik sekaligus mengirim relawan medis untuk menangani korban di pengungsian. Tim medis yang diketuai Heru Kalbuadi ini memberikan layanan ke beberapa lokasi, di antaranya Mapin Kebak, Mapin Rea, Dusun Jorok, Gontar Stober, Gontar Baru, Labuan Mapin, dan Kecamatan Buer. Dalam penanganannya, tim berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbawa dan melibatkan pusat koordinasi Puskesmas Alas Barat dalam pengumpulan data untuk pemerataan layanan kesehatan terutama lokasi yang tidak dapat dijangkau medis. “Bagi kami medan yang berat bukan masalah. Rasa peduli dan niat yang tulus membuat kami kuat menyusuri pelosok untuk memberikan pelayanan medis,” kata Heru–sapaan akrab Ketua Tim Medis Klinik Surya Medika kepada SAMAWAREA, Selasa (28/8).
Heru mengakui para korban yang mendiami tenda pengungsian sudah mulai terserang penyakit. Seperti ISPA, Scabies, Myalgia, dan Hipertensi dengan penderita dari berbagai lintas usia. “Kami sudah berada di lokasi gempa sejak 22 Agustus lalu hingga 3 September mendatang,” ujar Heru.
Untuk penanganan selanjutnya, ungkap Heru, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan mendatangkan bantuan medis terdiri dari Dokter, Psikolog, dan Tim Trauma Healing untuk membantu mengatasi masalah kesehatan korban gempa dan trauma pasca gempa. (SR)






