KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR (30/05/2018)
Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST melarang kegiatan di Kemutaran Telu Center (KTC) yang mengganggu kekhusyuan masyarakat dalam beribadah. Terhadap larangan ini Wabup telah memerintahkan Satpol Pol PP menindak tegas bagi yang melawan. Untuk pedagang kakilima yang berjualan selama bulan puasa di area KTC harus diatur dan tempatnya ditata. Tidak diperbolehkan membuka lapaknya hingga selesai Sholat Isya. Sebab banyak orang yang datang ke area KTC bukan tujuan beribadah tapi hanya sekedar nongkrong di waktu magrib, sedangkan ke masjid kian menyusut. “Jadi kami sebagai pemimpin harus tegas untuk menciptakan budaya baik di KTC ini, lebih lebih KTC oleh pendiri terdahulu dijadikan sebagai simbol peradaban fitrah,” tegas Wabup Fud di Masjid Agung Darussalam usai Sholat Dzuhur berjamaah, Rabu (30/5).
Orang nomor dua di KSB ini menyatakan jika mereka tidak mau ditertibkan, Ia mempersilahkan Satpol PP mengambil tindakan tegas bahkan mengusir pedagang tersebut dari KTC. Informasi lain ungkap Wabup banyak anak-anak dan remaja yang berkumpul di Area KTC dari sore hingga larut malam bahkan melakukan aksi trek trekan dengan suara motor yang cukup keras. Itu sangat mengganggu masyarakat yang tengah beribadah sholat isya dan tarawih. “Bagi anak-anak yang masih sekolah akan kita tetapkan jam malam. Banyak yang pacaran dan duduk berpasangan dengan yang bukan muhrim. Pol PP harus siap mengintensifkan patroli dan menertibkannya sesuai aturan yang telah disepakati,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah Ketua Baznas, M. Jafar yang kebetulan kantornya di Lantai III Masjid Agung Darussalam mendukung langkah tegas pemerintah untuk menertibkan dan mensterilkan areal KTC dari segaal hal yang mengganggu kekhusyuan beribadah dalam bulan Ramadhan ini. Ia mengaku kerap pulang kantor larut malam. Terlihat di parkiran tepat di lantai bawah Masjid Darussalam pasangan muda-mudi dengan pakaian tak pantas. “Sungguh miris sekali melihatnya, tempat ibadah saja masih ada orang yang memanfatkan untuk berbuat tidak bermoral. Saya sepakat sekali ketegasan pemerintah untuk mensterilkan lokasi ini dari hal-hal yang bersifat negative dan menodai kesucian ramadhan,” pungkasnya. (HEN/SR)






