Bupati Launching Rumah Yatim dan Dhuafa Putri “Annisa”

oleh -795 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (17/04/2018)

Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc melaunching Tama Bale Rumah Yatim dan Dhuafa Putri “Annisa” Senin (16/4) sore. Rumah yatim itu berlokasi di Jalan Cendrawasih Gang Asdek No. 09 Kelurahan Brang Biji Sumbawa Besar. Hadir pada aacra tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Pimpinan OPD, Toga dan Toma.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung didirikannya Rumah Asuhan Yatim dan Dhuafa Putri Annisa Sumbawa Besar. Bahkan lebih dari itu, Bupati memberikan wawasan yang lebih luas, agar ke depan dapat didirikan Rumah Layanan Lansia atau Panti Jompo yang diperuntukkan untuk orang-orang lanjut usia. Menurut Bupati Husni, inisiatif mendirikan rumah yatim dan Dhafa merupakan bukti adanya kepeduliaan terhadap sesama. Bupati berharap para santri bisa mendapatkan bimbingan dan pendidikan yang layak, sehingga kelak mereka menjadi orang-orang sukses, berguna bagi masyarakat, agama, dan bangsa. Dalam kaitan ini Pemkab Sumbawa memberikan perhatian serius dan akan membantu kegiatan ini sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah yang sekarang adalah pemerintah yang terbuka dan siap menerima masukan dan kritikan. “Kalau ada kekeliruan, tegur saya,” pinta Bupati.

Sementara itu Ketua Tim Inisiator H. Inderson LA mengatakan tujuan didirikannya Rumah Asuhan Yatim dan Dhuafa Putri Annisa sebagai wujud ibadah sosial dalam rangka merealisasikan ajaran Islam di bidang kemanusiaan, kemasyarakatan dan pendidikan melalui kegiatan mengasuh, mendidik, membimbing, dan menyantuni anak-anak dan remaja putri penyandang status yatim dan dhuafa. Melalui pembinaan rumah yatim dan dhuafa tersebut diharapkan dapat mewujudkan anak-anak dan remaja putri terdidik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT berdasarkan syari’at Islam, berkarakter dan bermoral Islami, berakhlak mulia, bertanggung jawab, aktif dan kreatif, cerdas dan terampil, sehat rohani dan jasmani. Selain itu mampu berdaptasi dalam perubahan, menjunjung tinggi ukhuwah Islam, memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang kuat serta memiliki semangat kemasyarakatan, kebangsaan dan cinta tanah air.

Sebelumnya dalam selayang pandang gagasan dan harapan terbangunnya Rumah Yatim dan dhuafa Putri, Edy Sofyan Gole menyampaikan bahwa salah satu realitas kehidupan yang memerlukan perhatian adalah masih adanya masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan (dhuafa) dan dibarengi pula dengan status sebagai yatim atau yatim piatu. Terkait hal tersebut pemerintah juga telah mengeluarkan undang-undang serta berbagai Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri yang menjadi pedoman di dalam penyelenggaraan Rumah Asuhan sebagai salah satu bentuk dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Disamping itu, dalam pandangan agama Islam, hal tersebut merupakan tantangan bagi umat untuk mau dan mampu memberikan kepedulian sosial, atau dalam istilah yang lebih relevan adalah ibadah sosial karena memang berkaitan langsung dengan petunjuk Allah di dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’un.

Hal ini yang telah menginspirasi dan memotivasi untuk urun rembuk, interaksi ide dan gagasan terkait hal-hal yang harus dilakukan dalam menyikapi realitas yang ada berkaitan dengan yatim dan dhuafa. Dalam beberapa kali pertemuan sampailah pada kesimpulan untuk didirikan Rumah Yatim dan Dhuafa Putri Annisa. Dan alasan Tim memprioritaskan untuk putri lebih dahulu karena di Kota Sumbawa Besar belum ada yang menyelenggarakan rumah asuhan putri. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *