MATARAM, SR (31/03/2018)
Mendidik anak-anak dalam usia dini merupakan hal yang tidak mudah dan penuh tantangan. Profesi ini sangat memerlukan keikhlasan dan kesabaran yang besar selain kompetensi dan keahlian dari para guru. Keikhlasan dan kesabaran ini tentunya tidak hanya terhenti pada pendidikan bagi anak-anak, tetapi juga terhadap orangtua dan masyarakat di lingkungan sekitar. Hal tersebut disampaikan Hj. Erica Zainul Majdi dalam sambutannya menghadiri pembukaan Pembinaan Pimpinan Pusat Aisyiah dan Pimpinan Pusat Ikatan Guru ‘Aisyiah Bustanul Athfal (IGABA) dan Musyawarah Pimpinan Wilayah I ‘Aisyiah Pimpinan Wilayah ‘Aisyiah Provinsi NTB Periode 2015-2020 di Wisma Nusantara Seruni Mataram, Jum’at 30 Maret 2018.
Hj. Erica yang saat itu hadir sebagai Bunda PAUD menyampaikan kesyukuran dan kebanggaannya dapat hadir di tengah ibu-ibu pimpinan pusat ‘Aisyiah dan pimpinan pusat ikatan guru ‘Aisyiah Bustanul Athfal. “Ibu-ibu di ‘Aisyiah merupakan perempuan-perempuan hebat, yang dari sejarah telah tercatat mampu berperan sebagai ibu yang berhasil menghadirkan sosok pendiri dan pemimpin bangsa di negeri ini. Saya bangga bisa hadir di tengah ibu-ibu,” ujar Hj. Erica.
Memanfaatkan kesempatan silaturrahim dengan jajaran ‘Aisyiah NTB, dengan penuh santun dan rendah hati Hj. Erica menitipkan empat hal penting sebagai fokus utama yang harus diperhatikan dalam mendidik anak-anak sejak usia dini, yaitu pemenuhan gizi, waspada terhadap predator anak, kritisnya orangtua dalam melihat perubahan tingkah dan pola anak, serta bahaya narkoba yang sudah menyentuh anak-anak dewasa ini. Terkait dengan pemenuhan gizi anak, dalam beberapa situasi penyebab kurangnya gizi anak adalah terjadi karena pola asuh yang salah. Orang tua lebih sering memberikan makanan yang lezat daripada makanan yang sehat. “Untuk memenuhi gizi anak sesungguhnya sangat mudah dan tidak malah, salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan dan menanam sayur-sayuran hijau yang bisa diolah untuk makanan sehat bagi anak-anak kita setiap hari,” jelas Hj. Erica.
Orang tua juga harus lebih berpikir cerdas dan kreatif, harus sering bertukar informasi tentang perkembangan anak dan lebih sensitif dalam membaca perubahan perilaku anak dalam kesehariannya. Selain itu orang tua juga harus mampu mendominasi waktu anak dengan mengajarkan akhlaq dan ketauhidan. “Jangan sampai orangtua kalah dengan peran tontonan di media elektronik yang tentu akan banyak menyita perhatian anak dan tidak semua tontonan mengandung nilai edukatif yang cocok untuk tontonan di usia anak-anak,” ujar Hj. Erica.
Hj. Erica juga mengingatkan bahwa anak- anak itu utamanya belajar dari keteladanan. Jadi lembaga pendidikan selain mendidikan anak, juga harus bisa memprogramkan pendidikan kepada orangtua, sehingga orangtua dapat berperan maksimal mendukung perkembangan pendidikan anak melalui keteladanan yang baik di lingkungan keluarganya.
Di akhir sambutannya, Hj.Erica sebagai Bunda PAUD menitipkan harapan terhadap lembaga pendidikan ‘Aisyiah untuk pendidikan anak usia dini yang berkualitas dari sisi ilmu dan agamanya. “Saya yakin guru-guru Raudhatul Athfal di ‘Aisyiah merupakan sosok yang dapat dipercaya mengemban amanah mendidik anak-anak negeri yang berakhlaq dan berkualitas. Tetap semangat, tiap tetes keringat yang keluar dalam kegiatan guru PAUD mendidik anak, insya Allah akan diberikan balasan pahala dari Allah SWT,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Pusat ‘Aisyiah, Prof Dr. Masitoh Khusnan dalam sambutannya menyambung pesan Hj. Erica dan berharap agar seluruh jajaran ‘Aisyiah NTB sebagai pendidik pertama dan utama di keluarga mampu menjalankan amanah yang disampaikan Hj. Erica. Disampaikan pula bahwa ‘Aisyiah harus mengedepankan pendidikan anak dengan menyeimbangkan perkembangan jasmani dan rohani dari seorang anak. “Terkadang kita lupa dan hanya cepat mendewasakan jasmani anak namun lambat mewujudkan pendewasaan jasmaninya. Ini akan menjadi masalah besar. Kita lupa memberikan tanggungjawab kepada anak sejak di usianya yang masih dini,” ujar Prof. Masitoh.
Prof. Masitoh juga menyampaikan bahwa saat ini ‘Aisyiah sudah memiliki 20.300 lembaga PAUD di Indonesia yang formal dan nonformal dengan ciri iman, ilmu dan amal sebagaimana hasil rembuk nasional. ‘Aisyiah juga merupakan anggota kongres pertama perempuan Indonesia.
Hadir dalam acara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB Prof. Dr. Mukhlis, M.Si, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah NTB Hj. Sofiah Rowiana dan seluruh Pimpinan Pusat ‘Aisyiah dan Pimpinan Pusat Ikatan Guru ‘Aisyiah Bustanul Athfal (IGABA) dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Kegiatan akan dilaksanakan dari tanggal 30-31 Maret 2018. (JER/SR)






