SUMBAWA BARAT, SR (15/03/2018)
Inseminasi Buatan (artificial insemination/kawin suntik) merupakan prosedur sederhana dan murah untuk mengatasi masalah ketidaksuburan pada hewan. Pengembangbiakan sapi melalui penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik dari jenis induk sapi Bali dikawinkan dengan sapi simental, limousine dan brahma juga akan sangat menguntungkan apalagi dengan kondisi lahan di KSB yang semakin sempit.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan KSB, drh. Chaerul Jibril kepada SAMAWAREA, Rabu (14/3) mengakui jika IB menjadi solusi bagi pengembangan peternakan di KSB untuk kesejahteraan peternak sapi. Hasil dari ternak sapi bali murni, dengan sapi hasil IB brahma, simental atau limosin sangat jauh perbedaanya. Sapi Bali maksimal berat badannya tidak pernah melebihi dari satu ton, sedangkan hasil IB bisa lebih dari satu ton. Bayi sapi IB baru lahir saja dihargakan sangat tinggi bisa Rp 5—6 juta setara dengan harga sapi murni bali yang siap kawin. “Ini yang terus kami dorong peternak untuk melakukan IB.
IB ini juga sangat cocok dengan kondisi lahan di KSB yang semakin sempit, karna luas lahan jagung yang semakin meningkat, karna sapi IB tidak membutuhkan lahan banyak, satu sapi IB setara dengan tiga sapi bali biasa,” jelasnya.
Dia mengaku jaman dahulu peternak Sapi Bali sangat berkembang pesat di KSB. Satu orang bisa memiliki ratusan ekor. Pemeliharaannya cukup dilepas saja dan hanya diawasi sekali seminggu. Hal ini dimungkinkan karena saat itu lahan kosong masih sangat luas. “Kalau musim hujan sapi kelihatan berisi, tapi kalu musim kering punggung sapi seperti gergaji saking kurusnya,” kata Chaerul.
Sekarang masyarakat sudah mulai berkembang. Lahan kosong sudah semakin menyempit dan banyak terisi tanaman jagung. Karena itu cara pemeliharaan dengan melepas sapi secara bebas itu sudah tidak bisa diterapkan lagi. Sebaliknya untuk mengikat ternak yang mencapai ratusan ekor itu juga cukup menyulitkan terutama dalam memaksimalkan pakannya. Untuk itu solusi yang ditawarkan adalah IB yang tidak memerlukan lahan banyak tapi hasilnya berlipat.
Pihaknya terus berkomitmen untuk memnuhi kebutuhan masyarakat terkait dengan IB ini. ketika ada keluhan, pihaknya siap melayani. “Saya sudah sampaikan ke Kabid Peternakan apabila ada masyarakat yang membutuhkan dan stok kita habis, tidak apa-apa berhutang dahulu asal kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan peternakan di KSB bisa berkembang,” pungkasnya. (HEN/SR)






