KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PERTANIAN PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR (21/03/2018)
Harga jagung di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih dipermainkan tengkulak. Pasalnya belum ada Harga Dasar Jagung (HDJ) yang ditetapkan pemerintah sehingga petani dirugikan. Melihat kondisi tersebut DPRD KSB mendorong pemerintah untuk membuat aturan yang menetapkan HDJ.
Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Sekretaris Komisi II DPRD KSB, Abidin Nazar mengatakan pemerintah harus masuk dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Kehadiran pemerintah harus menjadi solusi dari setiap persolan termasuk yang dihadapi petani jagung di KSB khususnya harga jagung. “Memang benar harga jagung di KSB sangat rentan dipermainkan oleh tengkulak yang ingin meraup untung sebanyak banyaknya, ini disebabkan tidak ada aturan yang mengatur tentang harga dasar jagung,” kata Abidin—akrab politisi PKS ini disapa.
Komisi II DPRD KSB mendorong pemerintah daerah untuk membuat aturan tentang HDJ. Aturan ini sangat mendesak mengingat petani sudah ada yang mulai panen. Berdasarkan pengalaman tahun lalu harga jagung di KSB berbeda-beda. Hal tersebut mengindikasikan adanya permainan harga jagung.
Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian KSB, Syaiful Ulum mengaku sangat miris melihat kondisi petani jagung di KSB. Harga jagung tidak menentu, bahkan cenderung turun. Selain itu untuk menjualnya terkadang petani menemui kesulitan.
Lebih jauh dikatakan Epul—sapaan akrabnya, rata-rata petani jagung di KSB mengandalkan lahan tadah hujan. Sehingga petani jagung harus melakukan tanam serentak. Artinya saat panen juga dilakukan serentak mengakibatkan harga jagung anjlok. Padahal lahan pertanian jagung sangat luas mencapai 15.121,6 hektar. Luasnya lahan ini dampak dari program pemerintah yakni pembukaan lahan baru. Seharusnya program ini diikuti dengan mengatur masalah harga jagung sebagaimana harga padi.
Nurmala– petani Tambak Sari menyatakan dukungan adanya Harga Dasar Jagung. Ia mengaku senang ketika menanam jagung lebih awal dari petani lainnya sehingga saat panen dia bisa mendapat Rp 3.000 per kilogram. Ketika panen bersamaan, harga jagung bisa anjlok ke angka Rp 1.500 per kg. “Terpaksa kami jual, karena mau kami timbun tidak ada tempat,” akunya. (HEN/SR)






