Diyudisium, 42 Mahasiswa AKOM Olat Maras Sandang Gelar Ahli Alat Berat

oleh -2931 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (27/12/2017)

Senyum merekah di wajah para mahasiswa Akademi Komunitas (AKOM) Olat Maras Sumbawa Besar, Angkatan Pertama (I) Tahun Akademik 2016/2017. Pasalnya mereka resmi menyandang gelar Ahli Pratama Teknik Alat Berat (A.P.Tab) atau Diploma (D1) Teknik Alat Berat, setelah resmi diyudisium, Rabu (27/12) siang tadi. Kegiatan perdana yang digelar di GOR Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini dihadiri Direktur AKOM Olat Maras Agus Harlian SE, Wakil Direktur Eko Sutrisno S.AP, dan Kepala Program Study (Kaprodi) Armansyah M.Pd. Selain itu Rektor UTS Dr. Andy Tirta M.Sc, Desi Maulidiawati M.Pd selaku Wakil Yayasan Dea Mas, beserta pendamping masing-masing peserta yudisium. Yudisium terhadap 42 mahasiswa AKOM ini ditandai dengan penyerahan nama gelar dan penyematan selempang oleh Direktur, Wadir dan Kaprodi. Acara itu berlangsung khidmat karena diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan disemarakan dengan Paduan Suara mahasiswa AKOM.

Wakil Direktur AKOM, Eko Sutrisno S.AP menyatakan bahwa penetapan mahasiswa yudisium Program Studi Teknik Alat Berat AKOM Olat Maras ini berdasarkan Surat Keputusan Plt. Direktur AKOM nomor 122/SK/Pdt-Direktur/AKOM-SBW/XII/2017 bahwa mahasiswa program studi tersebut yang telah menyelesaikan studi dan telah memenuhi persyaratan kelulusan pada Tahun Akademik 2016/2017 perlu diyudisium. Hal ini juga berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 187/U/1998 tentang Bandan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Sementara Direktur AKOM Olat Maras, Agus Harlian SE menyampaikan rasa syukur karena dapat melangsungkan acara Yudisium pertama untuk 42 mahasiswa. AKOM Olat Maras melaksanakan proses belajar berdasarkan SK Menristekdikti RI No. 201/KPT/I/2016 yang saat ini membuka Prodi Operator Alat Berat. Keberadaan AKOM merupakan upaya untuk menyediakan tenaga kerja terdidik dan siap pakai dalam operator alat berat yang saat ini dirasakan masih kekurangan. Selain itu sebagai upaya menjembatani kebutuhan dunia tambang yang sedang marak di Pulau Sumbawa khususnya bidang oeprasional alat berat.

Dijelaskan Agus, Yudisium bermakna pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang dianggap telah memenuhi syarat kelulusan pada suatu program studi. Sebagaimana ditetapkan dalam Pedoman Akademik Akademi Komunitas dan peraturan lainnya. “Kegiatan Yudisium dapat menjadi indicator bahwa saudara-saudara para mahasiswa Akademi Komunitas Olat Maras telah menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma I dan berhak menyandang gelar Ahli Pratama Teknik Alat Berat (A.P.Tab),” ucapnya.

Karenanya Ia mengucapkan selamat dan sukses serta berharap ijazah D1 yang disandang dapat menjadi soft skills untuk membentuk mental baja dan insane yang memiliki integritas mulia di tengah pergolakan dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat ini. “Darma bhakti anda telah ditunggu oleh keluarga, masyarakat dan negara. Jangan pernah berhenti untuk belajar karena sumber ilmu tidak hanya dari dosen dan kampus saja tetapi dari segala persoalan, kesukaran, dan lingkungan sekitar. Ini juga menjadi sumber belajar bagi kesuksesan anda,” tandasnya.

Di tempat yang sama Rektor UTS, Dr. Andy Tirta M.Sc mengatakan, pendidikan sejati adalah pendidikan yang dapat memberi manfaat untuk lingkungan sekitar. “Dengan teknologi kita dapat membuat dunia seimbang. Sering bertemu banyak orang dan berdiskusi untuk menggali informasi. Pendidikanlah yang akan membuat derajat kita naik,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *