SUMBAWA BESAR, SR (21/10/2017)
Meski berada di jantung Kota Sumbawa Besar, namun keberadaan Puskesmas Seketeng dinilai belum representatif. Lahan yang sempit menjadi kendala pengembangan puskesmas tersebut. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Puskesmas Seketeng belum bisa dijadikan sebagai puskesmas rawat inap. Karenanya Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa tengah memikirkan rencana relokasi terhadap puskesmas tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumbawa, Junaidi A.Pt., M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/10) kemarin, mengakui kondisi puskesmas itu. Dari 25 puskesmas di Kabupaten Sumbawa ini, hanya dua yang belum memiliki rawat inap yakni Puskesmas Seketeng dan Puskesmas Batu Lanteh. Untuk Puskesmas Batu Lanteh sudah diputuskan direlokasi. Selain letaknya di lereng bukit dengan lahan yang sempit, juga tidak ramah anak, lansia dan ibu hamil. Saat ini Dikes tengah berkoordinasi dengan Camat Batu Lanteh untuk pencarian lahan relokasi agar dapat dianggarkan dan dibangun pada Tahun 2018 mendatang.
Sedangkan Puskesmas Seketeng, juga sudah direncanakan untuk relokasi. Relokasi ini juga saran dari Tim Surveyor Akreditasi FKTP dari Kemenkes RI yang saat itu melakukan penilaian di puskesmas tersebut. Jun mengakui rencana relokasi ini sudah dibicarakan dengan Kepala Bappeda dan Kabag Aset. Pada prinsipnya mereka menyetujui. Jika direlokasi, diharapkan tidak keluar dari wilayah Seketeng mengingat nama Puskesmas Seketeng sudah menjadi branding. Sebaliknya jika tidak direlokasi Jun berharap ada alternatif lahan beserta rumah yang ada di samping atau belakang puskesmas bisa dibebaskan untuk perluasan. “Inilah yang sedang kami diskusikan,” imbuhnya. (JEN/SR)





