Perampokan di Plampang Sudah Ada yang Dicurigai

oleh -388 Dilihat
Kapolres Sumbawa didampingi Kapolsek Plampang pimpin olah TKP kasus perampokan Prode

SUMBAWA BESAR, SR (18/06/2017)

Jajaran Polsek Plampang terus mengintensifkan penyelidikan kasus perampokan yang menimpa keluarga Hasanuddin—warga Prode I Kecamatan setempat belum lama ini. Dalam aksi itu Hasanuddin menderita luka yang cukup parah akibat dihajar perampok yang berjumlah sekitar tiga orang.

Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan yang dikonfirmasi Sabtu (17/6) kemarin, mengatakan sudah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk korban, orang tua dan tetangga korban. Selain itu menghimpun data di lapangan. Dari upaya ini, polisi sudah mengidentifikasi orang yang dicurigai. Untuk memastikannya, pihak harus memiliki alat bukti yang kuat. “Ini yang sedang kami upayakan agar kasus yang mulai meresahkan masyarakat Plampang ini segera terungkap,” kata Sarjan, seraya menambahkan bahwa untuk mendukung pengungkapan kasus ini pihaknya diback-up yang diback-up Tim Buru Sergap (Buser) Reskrim Polres Sumbawa.

Korban Hasanuddin yang masih terbaring lemah pasca dibantai perampok

Sementara Hasanuddin yang masih terbaring lemah, berharap para pelaku pelaku segera tertangkap agar tidak ada lagi korban-korban lainnya.

Seperti diberitakan, aksi perampokan di Dusun Lenang Jerawa, Desa Prode I, Kecamatan Plampang, Senin (12/6) dinihari sangat mengejutkan. Pasalnya Hasanuddin—salah satu warga setempat nyaris tewas dibantai perampok. Pelaku yang berjumlah dua orang masuk dengan cara membuka grendel pintu bagian belakang. Keduanya masing-masing membawa parang. Tanpa basa-basi, pelaku menghajar korban menggunakan balok kayu dan sekop hingga tidak sadarkan diri. Korban mengalami luka robek di bagian kepala dan tangan sebelah kiri. Perampok kabur meninggalkan korban yang rebah bersimbah darah setelah menggondol perhiasan emas, uang tunai Rp 10 juta, BPKB truk EA 8572 S, dua unit HP dan dua buah KTP. Sepeninggal perampok, istri korban langsung mencari pertolongan. Warga yang datang melarikan korban ke Puskesmas Plampang untuk mendapat penanganan medis. Untuk menghentikan darah yang mengalir, kepala korban mendapat 40 jahitan. (BUR/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *