SUMBAWA BESAR, SR (08/06/2017)
Rektor Universitas Samawa (UNSA), Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd menjadi salah satu figure yang diperhitungkan di kancah Pilgub NTB mendatang. Akademisi yang dikenal bersih ini, menjadi bidikan sejumlah calon gubernur. Hal ini ditandai dengan adanya tim dari calon dimaksud menemui langsung Prof Ude—sapaan tokoh Sumbawa ini. Namun demikian Prof Ude masih belum mengutarakan niatnya secara terang-terangan. Bahkan dirinya terkesan pasif. “Memang masih sebatas tim calon gubernur yang datang menemui saya. Untuk calon gubernurnya belum, sehingga saya tidak terlalu menanggapinya secara serius,” kata Prof Ude kepada SAMAWAREA usai buka puasa bersama di Kampus UNSA, kemarin.
Ada dua calon gubernur yang memberi sinyal mengajaknya berpasangan. Dari dua calon ini ada yang sangat cocok dengan karakternya. Namun satunya lagi dinilai lebih berpeluang dari calon tersebut. Kendati demikian, Ia menyatakan siap jika diminta salah satu dari dua calon ini. Asalkan persyaratan yang dibebankan kepadanya tidak terlalu ruwet dan ribet. Misalnya mematok anggaran besar yang harus disiapkan, serta mencari partai politik yang akan mengusung. Sebab untuk urusan ini, Ia tentu tidak mampu. Mengingat cost politik sangat besar. Tapi tim yang datang menemui mengatakan, tidak perlu dia menyiapkan apapun, tinggal duduk manis. “Bagi saya politik tidak bisa hanya di mulut saja, namun harus jelas di depan mata. Selain itu harus ada modal yang dipersiapkan,” tandas pria yang genap berumur 58 tahun ini.
Untuk saat ini Prof Ude mengaku masih melihat dinamika politik yang terus berkembang. Sebab kondisi hari ini tidak mungkin sama dengan beberapa hari ke depan, karena politik itu dinamis. “Jadi wait and see saja, tidak perlu seruduk sana seruduk sini. Yang jelas, jika dilamar saya maju dengan syarat tidak memberatkan,” pungkasnya. (JEN/SR)







