SUMBAWA BESAR, SR (18/04/2017)
Aksi pencurian di Kantor Desa Sepayung Kecamatan Plampang, Senin (17/4) dinihari menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Pasalnya pencurian di kantor tersebut sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya Tahun 2016 lalu saat kantor dalam keadaan kosong karena ditinggalkan para staf Sholat Jumat. Uang Rp 30 juta di dalam tas lenyap. Kali ini kembali terulang. Pelaku masuk ke kantor desa dengan cara memanjat atap lalu menjebol plafon. Uang Rp 21 juta yang berada di lemari besi, digondol maling. Padahal uang itu disiapkan untuk gaji kades dan staf desa setempat.

Kades Sepayung, Sahabuddin kepada SAMAWAREA, Selasa (18/4) mengaku pusing dengan kejadian itu. Sebab sudah dua kali kasus serupa menimpa jajarannya. Kasus kali ini diketahui ketika Senin pagi dia menghubungi bendahara untuk meminta honornya. Ketika bendahara tiba di kantor dan membuka lemari besi, ternyata uang dan buku tabungan sudah hilang. Suasana pun menjadi heboh. Pintu dan jendela tidak ada yang rusak. Tapi ketika dicek lebih jauh, ternyata plafon ruangan Sekdes dan Kades sudah jebol. Rupanya maling memanjat atap lalu masuk melalui plafon. Saat polisi melakukan olah TKP, terlihat bekas tapak kaki pelaku di tembok. “Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Plampang, semoga dapat diungkap,” harap Kades Sahabuddin. (BUR/SR)






