MATARAM, SR (09/01/2017)
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muhammad Amin SH., M.Si menyampaikan, kenaikan harga cabai perlu diantisipasi di masa-masa mendatang. Menurutnya, persoalan harga cabai tidak bisa serta-merta selalu menyalahkan faktor cuaca. “Kelangkaan ini memang akibat cuaca buruk dan hama, tapi perlu diantisipasi di tahun mendatang,” ungkapnya di Mataram, Senin (9/1).
Cuaca buruk, lanjutnya, tak hanya menurunkan produktivitas petani melainkan juga menghambat distribusi lewat jalur laut. Saat ini, kata Amin, harga cabai di NTB sudah menyentuh angka Rp 100 ribu per kg. Menurutnya, cabai sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat NTB. “Cabai sudah jadi konsumsi setiap rumah tangga di Indonesia, apalagi di sini, boleh kurang ikan asal jangan cabai, ini sudah jadi kebutuhan pokok,” paparnya.
Sebagai solusinya, warga bisa memanfaatkan lahan di pekarangan untuk menanam cabai dengan bimbingan Dinas Pertanian. Selain itu, perlu ada pemanfaatan teknologi agar produktivitas cabai bisa meningkat dan juga tidak hanya pada musim-musim tertentu. “Perlu ada penerapan teknologi pertanian, baik untuk peningkatan produksi atau kualitas dan bagaimana bisa ditanam tanpa mengenal musim,” ujarnya. (NA/SR)






