MATARAM, SR (17/11/2016)
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar kegiatan diskusi bersama (sharring) Forum Jurnalis mengangkat tema ‘Amandemen Undang-undang Persaingan Usaha Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat’. Kegiatan yang digagas oleh KPPU bekerjasama dengan PWI Propinsi NTB ini, diikuti sejumlah jurnalis lokal, regional hingga nasional, baik cetak maupun elektronik yang berada di lingkup NTB berjalan baik. Bahkan para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, banyak hal yang dapat diketahui terutama Undang-Undang (UU) tentang persaingan usaha. Selain itu, melalui kegiatan ini sebagaimana dikatakan, Sekretaris PWI Propinsi NTB, Nasruddin, mengharapkan para jurnalis bisa mendapatkan referensi sekaligus menggali ilmu tentang persaingan usaha.
Terlebih sambung Nas-sapaannya, jurnalis dapat memberitakan secara baik dan benar sehingga mampu menjadi penyaji informasi yang produktif dan berkualitas. “Untuk itu, mari kita manfaatkan momen ini sebaik-baiknya. Karena dipilihnya NTB sebagai wilayah digelarnya Forum Jurnalis ini juga sudah menandakan daerah kita istimewa,” katanya singkat mengawali acara yang dilangsungkan di Room Gili Trawangan, Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Kamis (17/11).
Sementara itu, Komisioner KPPU, Prof. Dr. Ir. Tresna Piyana Soemarti, SE., MS dalam sambutannya mengatakan, KPPU berharap agar pelaku usaha baik kecil ataupun besar agar bersaing secara sehat. Kemudian menanamkan sikap harmonisasi dibarengi kejujuran dalam menjalankan tiap usahanya masing-masing. “Jangan sampai tidak jujur. Karena ketidak jujuran itu akan menimbulkan masalah seperti persaingan usaha yang tidak lagi sehat. Ingat ! masyarakatpun menjadi korban. Terutama dalam sisi perekonomian,” tambahnya.
Menurutnya, apabila para pelaku usaha bersikap jujur dan adil, maka dalam praktek usahapun pastinya akan berdampak baik. Jika sudah mengarah, pada praktek monopoli ataupun kartel, rakyatpun yang akan menjadi korban. Untuk itu, Tresna menyatakan KPPU siap menjalankan fungsi kontrol secara maksimal demi terwujudnya bebas kartel Indonesia makmur. Dalam hal ini juga masih katanya, peran media sangat penting menyajikan informasi yang baik dan benar. “Karena hati dan pemikiran yang bersih adalah modal utama dalam menjalankan usaha. Mari kita wujudkan Indonesia makmur,” ajak pria berkacamata ini memberikan motivasi kepada peserta. (NA/SR)






