Hari ini Genap Dua Tahun: Mempercepat Langkah, Memperbaiki Arah

oleh -91 Dilihat
Muis Debe

๐‘ช๐’‚๐’•๐’‚๐’•๐’‚๐’ 2 ๐‘ป๐’‚๐’‰๐’–๐’ ๐‘ท๐’†๐’Ž๐’†๐’“๐’Š๐’๐’•๐’‚๐’‰๐’‚๐’ ๐‘ท๐’“๐’‚๐’ƒ๐’๐’˜๐’โ€“๐‘ฎ๐’Š๐’ƒ๐’“๐’‚๐’ (7/7 — ๐‘ท๐’†๐’๐’–๐’•๐’–๐’‘)

OสŸแด‡สœ Mแดœษชs Dแด‡ส™แด‡
(๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข)

Dua tahun telah berlalu. Bukan waktu yang singkat, tetapi juga belum waktu yang cukup untuk menentukan keberhasilan sebuah pemerintahan secara menyeluruh. Apa yang telah kita tinjau dalam beberapa hari terakhir โ€” dari pertumbuhan ekonomi yang belum merata, pangan dan energi yang belum sepenuhnya terjangkau, kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan, manfaat pembangunan yang belum dirasakan adil oleh semua pihak, hingga keluhan di tingkat desa โ€” semuanya adalah cerminan realita yang harus kita hadapi dengan jujur. Bukan untuk menuduh atau menyalahkan, melainkan untuk memastikan tiga tahun ke depan berjalan lebih baik dari dua tahun yang telah berlalu.

๐‘ซ๐’–๐’‚ ๐‘ป๐’‚๐’‰๐’–๐’ ๐’…๐’Š ๐‘ฉ๐’†๐’๐’‚๐’Œ๐’‚๐’๐’ˆ, ๐‘ป๐’Š๐’ˆ๐’‚ ๐‘ป๐’‚๐’‰๐’–๐’ ๐’…๐’Š ๐‘ซ๐’†๐’‘๐’‚๐’

Dua tahun pertama telah meletakkan fondasi. Program-program besar telah digulirkan, kebijakan-kebijakan strategis telah diterbitkan, dan arah pembangunan telah ditetapkan. Ada hal-hal yang berjalan baik dan patut dipertahankan. Namun ada pula yang tersendat, lambat, atau belum menyentuh kehidupan rakyat secara langsung. Realita inilah yang seharusnya menjadi bahan refleksi bersama โ€” bahwa rencana yang baik belum tentu berjalan mulus di lapangan, dan bahwa setiap kebijakan selalu perlu dievaluasi dampaknya, bukan hanya dilihat dari prosesnya.ยน

Tiga tahun ke depan bukan waktu yang lama. Tetapi jika dimanfaatkan dengan benar, tiga tahun cukup untuk memperbaiki yang tersendat, memperkuat yang belum mantap, dan mempercepat yang masih berjalan lambat. Yang terpenting bukan menambah program baru yang megah, melainkan memastikan program yang sudah ada benar-benar berjalan hingga ke tingkat paling bawah โ€” hingga ke desa-desa, hingga ke rumah-rumah rakyat kecil. Karena rakyat tidak menanyakan judul program apa yang diluncurkan pemerintah. Mereka hanya bertanya: apakah hidup saya menjadi lebih tenang, lebih layak, dan lebih bermartabat?

๐‘ด๐’†๐’Ž๐’‘๐’†๐’“๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’Œ๐’Š ๐‘จ๐’“๐’‚๐’‰, ๐‘ด๐’†๐’Ž๐’‘๐’†๐’“๐’„๐’†๐’‘๐’‚๐’• ๐‘ณ๐’‚๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚๐’‰

Tantangan terbesar di hadapan kita bukanlah membangun sesuatu yang baru, melainkan memastikan apa yang telah dibangun benar-benar berfungsi untuk seluruh rakyat. Artinya: pertumbuhan ekonomi harus terasa di daya beli rakyat, ketersediaan pangan harus beriringan dengan harga yang terjangkau, investasi harus menyerap tenaga kerja lokal, dan dana yang dikirim ke desa harus sampai utuh untuk kepentingan warga desa itu sendiri.ยฒ

Kita semua berada dalam perjalanan yang sama. Pemerintah memegang kemudi, tetapi rakyatlah penumpang yang menuju ke tujuan yang sama. Jika jalan terasa bergelombang atau arah terasa menyimpang sedikit, tugas kita bukan berhenti dan saling menyalahkan, tetapi saling memberi isyarat agar kembali ke jalur yang benar. Karena pada akhirnya, keberhasilan pemerintahan ini bukanlah keberhasilan satu pihak saja. Ia adalah keberhasilan seluruh bangsa yang mendambakan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

Tiga tahun ke depan adalah waktu yang kita miliki. Bukan waktu untuk berpuas diri, tetapi waktu untuk bekerja lebih giat, lebih teliti, dan lebih berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan. Semoga sisa perjalanan ini membawa kita semakin dekat kepada cita-cita yang kita impikan bersama โ€” sebuah Indonesia yang tidak hanya tumbuh di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh seluruh anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke. — Selesai.*

______

Catatan Kaki:

ยน Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025โ€“2029, Tahap Pertengahan 2026, diakses melalui bappenas.go.id

ยฒ Diadaptasi dari gagasan pokok visi-misi pemerintahan Prabowoโ€“Gibran dan prinsip pemerataan pembangunan dalam Undang-Undang Dasar 1945

—–***—–

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *