SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 April 2026) – Semangat generasi muda dalam memanfaatkan peluang di era digital kembali ditunjukkan oleh Ahmad Cahyadi, siswa SMAN 1 Alas, Kabupaten Sumbawa. Di usianya yang masih belia, ia mulai membangun personal branding sebagai trader, investor crypto, sekaligus pelaku bisnis digital.
Lahir pada 11 November 2008, Cahyadi mampu menyeimbangkan aktivitas akademik dengan berbagai kegiatan produktif di luar sekolah. Ia mengelola sejumlah aktivitas digital seperti trading, investasi aset kripto, reseller produk digital, hingga merintis usaha franchise coffee.
Tak hanya fokus pada dunia digital, Cahyadi juga aktif dalam organisasi sekolah. Ia tercatat sebagai Ketua FOR-BIM, Ketua FKD, Ketua ROHIS, serta Sekretaris IRB.
Cahyadi juga sudah mengikuti program Duta Anti Bullying Nusantara dan Duta Prestasi Juara Indonesia yang menghadirkan nama Kabupaten Sumbawa, sekarang masih dalam proses tahapan seleksi akhir.
Keterlibatan ini mencerminkan komitmennya dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan serta kontribusi sosial di kalangan pelajar.
“Alhamdulillah, dari beberapa bidang yang saya jalani seperti trading, reseller digital, dan bisnis coffee, saya sudah mendapatkan pengalaman serta pemahaman di dunia digital dan bisnis sejak dini,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa secara finansial masih dalam tahap pengembangan. Namun demikian, usahanya sudah mulai memberikan hasil secara mandiri dan mampu membantu kebutuhan pribadinya sebagai pelajar.
“Bagi saya, yang paling utama bukan hanya hasil saat ini, tetapi proses belajar, konsistensi, dan bagaimana ke depan bisa berkembang lebih besar serta membuka peluang bagi orang lain, khususnya pelajar di daerah kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Cahyadi menegaskan keinginannya untuk membuktikan bahwa pelajar daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di era digital.
“Saya ingin membuktikan bahwa pelajar daerah juga mampu berkembang di dunia digital dan tidak kalah bersaing. Harapannya, ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman untuk mulai belajar dan produktif,” ungkapnya.
Ke depan, ia berencana menginisiasi gerakan siswa produktif di daerahnya yang berfokus pada peningkatan literasi digital, kewirausahaan, serta pengembangan keterampilan generasi muda.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelajar untuk memanfaatkan peluang di era digital secara positif dan berkelanjutan. (SR)
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui:






