SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Februari 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa merealisasikan Program Unggulan 10 Jarot–Ansori yang menitikberatkan pada penataan lingkungan, tata kota, serta peningkatan sarana dan prasarana olahraga dan rekreasi sepanjang 2025–2026.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP – Drs. H. Mohamad Ansori dalam menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, bersih, dan representatif sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Rp 11 Miliar untuk Kawasan Jempol
Bupati Sumbawa yang disapa Haji Jarot kepada samawarea.com, Sabtu (28/2/26) menyebutkan, pada tahun 2025, Pemkab Sumbawa mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk melanjutkan penataan kawasan kumuh di wilayah Jempol, Kecamatan Badas. Dana tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan permukiman, terutama di titik-titik padat penduduk.
Penataan mencakup perbaikan sistem drainase guna mengurangi potensi genangan, sekaligus pembenahan estetika lingkungan agar kawasan menjadi lebih sehat dan nyaman dihuni.
“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari target penuntasan kawasan kumuh secara bertahap di Kabupaten Sumbawa,” imbuhnya.
Agenda Strategis 2026, Ikon Daerah Siap Dieksekusi
Memasuki 2026, lanjut Bupati, Pemkab Sumbawa menargetkan tahap konstruksi berbagai proyek penataan kawasan yang telah melalui proses perencanaan matang pada 2025.
Dokumen perencanaan untuk sejumlah lokasi strategis telah final, di antaranya kawasan Saliper Ate, Pantai Goa, dan Pulau Bungin. Ketiga lokasi tersebut diproyeksikan menjadi ikon daerah sekaligus destinasi rekreasi unggulan yang terintegrasi dengan konsep tata kota modern dan berbasis kearifan lokal.
Selain itu, pengembangan Kota Pusaka dan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru di beberapa titik strategis juga masuk dalam agenda prioritas. Kehadiran RTH diharapkan dapat memperluas ruang publik, mendukung aktivitas olahraga, serta menjadi pusat interaksi sosial masyarakat.
Target 2026, Tahun Pelaksanaan Konstruksi
Seluruh proyek penataan kawasan yang telah dirancang akan mulai dieksekusi pada tahun 2026. Bupati optimis program ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan UMKM.
Dengan realisasi anggaran yang terukur dan perencanaan yang sistematis, Bupati berharap Program Unggulan 10 Jarot–Ansori menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang tertata, berdaya saing, dan berkelanjutan. (SR)





