SUMBAWA BESAR, Samawarea.com (26 Januari 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima bantuan kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai respon atas bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB, Erry Prawisuda, SE, kepada Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, di Pendopo Bupati Sumbawa, Sabtu sore.
Bupati menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui BNPB. Ia memastikan bantuan yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir dan angin puting beliung di sejumlah kecamatan.
“Alhamdulillah hari ini kami menerima bantuan dari BNPB pusat. Insyaallah bantuan ini akan segera kami salurkan karena beberapa kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung akibat curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, bencana banjir tercatat melanda 17 kecamatan, 24 desa, dan 6 kelurahan.
Bupati juga berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses penanganan darurat di lapangan.
Selain penanganan darurat, Bupati Jarot menekankan pentingnya langkah pencegahan bencana ke depan melalui pelestarian lingkungan, terutama menjaga kawasan hutan.
“Ke depan, selain memberikan bantuan secara simultan, kami juga mengharapkan peran aktif masyarakat untuk menjaga hutan. Secara bertahap, kawasan hutan dengan kondisi miring akan dialihkan fungsinya dengan penanaman pohon yang lebih bermanfaat sebagai upaya menjaga keseimbangan alam,” tambahnya.
Adapun bantuan yang diserahkan BNPB meliputi kebutuhan dasar dan peralatan penunjang kebencanaan, seperti sembako, alat kebersihan, selimut, matras, terpal, perahu, polietilen, serta mesin pendukung lainnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Sumbawa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan yang masih tinggi. Warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, diminta meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko banjir susulan, serta menjaga kebersihan lingkungan. (SR)






