Bupati Tegaskan Arah Baru Ekonomi Sumbawa: Dari Penjual Bahan Mentah ke Pencipta Nilai Tambah

oleh -338 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Januari 2026) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berkeadilan, berangkat dari desa sebagai fondasi utama. Hal itu disampaikan dalam pidato pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sumbawa ke-67, Kamis (22/1/2026).

Di sektor perekonomian, Bupati Jarot mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa mencatat pertumbuhan ekonomi yang terus membaik dengan tingkat inflasi yang terkendali. Berbagai inovasi pembiayaan juga telah digulirkan untuk mendukung petani dan pelaku UMKM.

“Pembangunan ekonomi kami bangun dari akar paling kuat, yakni desa,” tegas Jarot.

Melalui program Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan, pemerintah daerah mendorong ekonomi kerakyatan agar tumbuh dari bawah. Dari target 165 koperasi, hingga saat ini lahan telah tersedia untuk 123 koperasi. Sebanyak 42 koperasi di antaranya sudah beroperasi dan mulai melayani kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi penanda bahwa roda ekonomi desa mulai bergerak. Inilah cara kita memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercatat di grafik, tetapi dirasakan langsung di dapur-dapur rumah warga,” ujarnya.

Di wilayah pesisir, perhatian pemerintah daerah diarahkan secara serius pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih. Saat ini, dua lokasi telah ditangani langsung, yakni Pulau Bungin dan Labuhan Sangoro. Sementara satu lokasi di Teluk Santong masih dalam proses pengusulan, dan dua lokasi lainnya disiapkan sebagai daftar tunggu pengembangan berikutnya.

Lebih lanjut, Haji Jarot menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi Sumbawa kini digeser secara sadar dan bertahap, tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah. Hilirisasi udang dan hilirisasi garam saat ini telah masuk tahap pengusulan, masing-masing dengan penyusunan master plan untuk udang dan identifikasi lahan untuk garam.

Tidak hanya itu, Pemkab Sumbawa juga melangkah konkret melalui pengembangan industri unggas terintegrasi. Kabupaten Sumbawa telah ditetapkan sebagai salah satu titik penting pengembangan budidaya dan hilirisasi unggas terintegrasi secara nasional, dari lima provinsi yang ditunjuk pemerintah pusat.

Dari total 16 unit pengembangan di Provinsi NTB, empat unit berada di Kabupaten Sumbawa, dengan total dukungan investasi mencapai Rp 1,37 triliun. Salah satu unit strategis seluas 10 hektare di kawasan BPHMT Serading dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada 29 Januari 2026.

“Bersama sektor udang, garam, kampung nelayan, dan koperasi Merah Putih, seluruh agenda ini menegaskan arah baru pembangunan Sumbawa, dari daerah penjual bahan mentah menjadi pencipta nilai tambah dan penggerak ekonomi berbasis produksi,” pungkasnya. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *