MATARAM, samawarea.com (13 Desember 2025) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rujukan layanan kesehatan ke Kota Mataram.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, langkah ini dilakukan melalui peningkatan fasilitas dan status sejumlah rumah sakit di daerah, khususnya di wilayah Bima dan Sumbawa Barat, agar mampu menangani penyakit-penyakit rujukan utama secara mandiri.
Salah satu upaya konkret dilakukan di Rumah Sakit Kota Bima yang saat ini tengah ditingkatkan statusnya dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C dengan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Peningkatan tersebut ditargetkan rampung tahun depan.
Dengan peningkatan status tersebut, RS Kota Bima ditargetkan mampu menangani tiga penyakit rujukan utama, yakni stroke, layanan cuci darah, dan penyakit jantung, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di Mataram.
Selain itu, Rumah Sakit Manambai di Kabupaten Sumbawa juga mengalami peningkatan status dari tipe C menjadi tipe B. Rumah sakit tersebut dijadwalkan akan diresmikan pada 17 Desember mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTB.
Setelah peningkatan status, RS Manambai ditargetkan mampu memberikan layanan kesehatan rujukan yang lebih lengkap, termasuk penanganan stroke, penyakit jantung, pemasangan ring jantung, serta layanan cuci darah.
Melalui peningkatan kapasitas rumah sakit daerah ini, Pemprov NTB berharap akses layanan kesehatan berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, sekaligus mengurangi beban rujukan ke rumah sakit di Kota Mataram. (SR)






