FGD KSB–Unpad Rumuskan Arah Baru Pengembangan Komoditas Unggulan di Kawasan Transmigrasi Tongo–Sekongkang

oleh -123 Dilihat

Sumbawa Barat, Samawarea. Com (7 November 2025 ) Suasana aula pertemuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat pagi itu berbeda dari biasanya. Para pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga perwakilan masyarakat—berkumpul dalam satu ruang untuk satu tujuan besar: merumuskan terobosan strategis bagi pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Tongo–Sekongkang.

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Dinas Nakertrans KSB bekerja sama dengan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran ini menjadi ruang kolaborasi yang hangat namun penuh gagasan kritis. Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., hadir didampingi Sekretaris Daerah drh. Hairul serta Kepala Dinas Nakertrans Slamet Riyadi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis tersebut.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Nakertrans menyampaikan bahwa Tongo–Sekongkang merupakan satu dari 154 lokasi transmigrasi di Indonesia yang dipilih menjadi pusat riset oleh Tim Patriot. Wilayah ini menjadi penting karena menyimpan berbagai potensi komoditas alam yang selama ini belum tergarap optimal.

FGD ini dirancang untuk menggali secara langsung potensi, tantangan, dan dinamika yang dihadapi masyarakat transmigrasi. Selain itu, forum ini juga bertujuan menjaring aspirasi masyarakat serta menyinergikan pandangan antara pemerintah daerah dan akademisi dalam merumuskan model pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Sumbawa Barat menegaskan bahwa keberadaan kawasan transmigrasi sejak awal diharapkan menjadi pengungkit peningkatan taraf hidup masyarakat. Namun, ia mengakui bahwa banyak komoditas unggulan daerah masih berada dalam tahap pengolahan tradisional.

“Sumbawa Barat memiliki potensi besar, tetapi masih banyak komoditas kita yang belum dikelola secara modern. Melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran, kita ingin memformulasikan strategi agar komoditas unggulan ini bisa naik kelas, bernilai jual tinggi, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang peningkatan nilai produk, tetapi juga solusi jangka panjang untuk mengurangi pengangguran di kawasan transmigrasi.

Bupati memastikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung program yang mendorong pengembangan usaha bersama masyarakat, terutama di wilayah transmigrasi yang selama ini membutuhkan sentuhan perencanaan yang lebih terarah.

FGD ini diharapkan menjadi titik balik dalam merancang kebijakan berbasis riset, sekaligus memastikan bahwa potensi alam Tongo–Sekongkang dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga.

Dengan terjalinnya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi, pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju masa depan ekonomi Sumbawa Barat yang lebih kuat dan berdaya saing.

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *