Revitalisasi Budaya, Bupati Sumbawa Resmikan Story Telling Museum dan Pameran Ecoprint

oleh -699 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Oktober 2025) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui UPT Museum Daerah resmi meluncurkan Story Telling Museum sekaligus membuka Pameran Temporer bertema “Ecoprint”, Senin (27/10/2025) pagi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan, Rosmin Junaidi, S.Pt., M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Wakapolres Kompol Ricky Yuhanda SIK, Ketua Dekranasda Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, Ketua GOW Hj. Sudarti Ansori, para kepala OPD, akademisi, pegiat budaya, serta para pelajar.

Dalam sambutannya, Rosmin Junaidi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menghidupkan kembali denyut kebudayaan lokal.

“Story Telling Museum bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari gerakan besar untuk mengembalikan museum kepada fungsinya yang hakiki: ruang belajar, ruang refleksi, dan ruang identitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, museum tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda tua, tetapi penutur sejarah yang hidup melalui kisah di balik koleksinya. Melalui pendekatan story telling, museum diharapkan dapat menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung dari sekadar melihat menjadi mendengar, memahami, dan merasakan makna setiap koleksi yang dipamerkan.

“Setiap benda, mulai dari keris pusaka hingga kain tenun bermotif kemang setange dan lonto engal, memiliki suara masa lalu yang perlu kita dengarkan agar tidak kehilangan arah di masa depan,” tambahnya.

Bersamaan dengan peluncuran Story Telling Museum, dibuka pula Pameran Temporer “Ecoprint” pameran yang menampilkan karya tekstil hasil eksplorasi teknik pewarnaan alami dari daun dan bunga.

Ecoprint tidak hanya memperkenalkan estetika baru, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis dan filosofi keseimbangan dengan alam.

“Melalui pameran ini, kita ingin menunjukkan bahwa keindahan budaya lokal bisa tumbuh selaras dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Rosmin.

“Kain bukan sekadar pakaian, melainkan bahasa yang menuturkan hubungan manusia dengan tanah, air, dan pohon,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah pembangunan Kabupaten Sumbawa yang menempatkan kebudayaan sebagai jantung pembangunan daerah.
Museum diharapkan menjadi “ruang belajar tanpa sekat” tempat anak-anak mengenal jati diri leluhurnya, pelajar meneliti sejarah, dan masyarakat menemukan inspirasi untuk berkarya.

Pemerintah daerah juga mendorong agar konsep story telling museum menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak: pemerintah, sekolah, komunitas budaya, seniman, hingga pegiat digital.

Langkah ini sekaligus membuka peluang digitalisasi koleksi museum agar lebih mudah diakses publik.

Rosmin Junaidi menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, para pengelola museum, serta seluruh seniman dan pengrajin yang terlibat dalam pameran.

“Upaya kecil seperti ini adalah wujud nyata cinta terhadap daerah. Dari langkah kecil yang konsisten, akan lahir perubahan besar,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat identitas, memperkaya wawasan, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat Tau Tana Samawa terhadap warisan budayanya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *