Setiap Hari Butuh 35 Ton Sayur, Tantangan Dapur MBG dan Peluang Bagi Petani di Sumbawa  

oleh -684 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 September 2024) – Salah satu tantangan besar yang dihadapi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumbawa adalah memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas.

Hal ini menjadi sorotan dalam keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjadi harapan banyak warga. Namun, di balik tantangan tersebut terdapat peluang besar bagi masyarakat, khususnya petani dan peternak, guna memenuhi kebutuhan pasokan bahan pangan yang dibutuhkan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, M.Si, mengungkapkan bahwa program MBG memerlukan hingga 35 ton sayur per hari, belum termasuk kebutuhan daging, ayam, dan telur.

“Ini adalah peluang besar bagi petani dan peternak lokal untuk bisa memasok bahan pangan ke SPPG. Pasar yang dibutuhkan sudah jelas dan ada potensi besar bagi mereka,” jelas Dr. Dedi kepada samawarea.com usai pertemuan kepada kepala dapur MBG di Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (18/9).

Namun, kebutuhan pasokan yang besar masih menjadi tantangan karena pasar lokal belum mampu memenuhi permintaan tersebut. “Untuk memenuhi kebutuhan harian, harus mengambil pasokan dari luar Sumbawa. Karena itu kami terus berkoordinasi untuk memastikan rantai pasokan tetap lancar tanpa ada hambatan,” tambahnya.

Program MBG, yang merupakan salah satu inisiatif dari pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak dan warga mendapatkan makanan bergizi secara gratis, sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku yang berkualitas. Dalam hal ini, Dr. Dedi menekankan bahwa kualitas bahan baku adalah kunci untuk menyajikan makanan yang bergizi dan aman bagi para penerima manfaat program.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa pun berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memastikan keberlangsungan program MBG ini. Koordinasi tersebut melibatkan Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta seluruh SPPG dan sekolah-sekolah penerima program. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran pasokan bahan baku, serta meningkatkan sinergi antara sektor pertanian, peternakan, dan penyediaan gizi.

“Keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, dan kami berupaya untuk terus memperbaiki sistem distribusi agar tidak ada pihak yang tertinggal. Dengan kolaborasi yang lebih erat antar berbagai sektor, diharapkan program MBG di Kabupaten Sumbawa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *