Kelompok 04 KKN Mahasiswa UMMAT Sulap Sampah Dapur Jadi Kompos

oleh -380 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (14 September 2025) – Kelompok 04 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Lamunga. Tidak hanya fokus pada edukasi wirausaha dan digital marketing, mereka juga memperkenalkan teknologi ramah lingkungan berupa pembuatan kompos dari limbah dapur rumah tangga.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Lamunga ini disambut antusias oleh warga setempat. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Deni Satriawan, Asfiha Ningsih, Abardin, Dimas Marta Saputra, dan Abdul Aziz Pratama. Mereka memberikan pelatihan langsung mulai dari cara memilah limbah organik, proses fermentasi, hingga pemanfaatan pupuk kompos sebagai penunjang pertanian rumah tangga.

Selain pelatihan pembuatan pupuk kompos, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi tentang strategi pemasaran digital dan pembukuan sederhana. Tujuannya adalah memberikan bekal dasar kepada masyarakat agar produk-produk lokal yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat mampu memanfaatkan limbah yang tak bernilai menjadi bernilai ekonomi, disamping memahami cara mengelola usaha dengan baik,” ujar Deni Satriawan, salah satu anggota kelompok.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kewirausahaan masyarakat Desa Lamunga terus tumbuh dan mampu mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Lamunga, Jamiluddin, SH, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi nyata para mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman soal kewirausahaan dan pengelolaan lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa UMMAT. Mereka tidak hanya datang membawa ilmu, tapi juga solusi bagi masyarakat. Program pembuatan kompos ini sangat relevan dengan kebutuhan desa kami yang berbasis pertanian. Begitu pula edukasi digital marketing, sangat penting di era sekarang,” pungkas Jamiluddin. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *