SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 Juli 2025) – Camat Sumbawa, Drs. Iwan Sofian, bersama Lurah Uma Sima, Egi Setia Miftah, S.STP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan gas LPG 3Kg di wilayah Kecamatan Sumbawa, Sabtu (13/7/2025).
Sidak ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga terkait kelangkaan gas subsidi dan dugaan permainan harga oleh pangkalan dan pengecer. Inspeksi tersebut melibatkan unsur tiga pilar yakni TNI, Polri, dan pemerintah kelurahan serta ketua RT, RW, dan LPM setempat.
Kegiatan diawali dari laporan masyarakat yang masuk melalui forum “Lapor Camat”, sebuah kanal aduan masyarakat yang dibuka oleh Camat Iwan Sofian lewat WhatsApp dan media sosial.
“Setelah forum lapor dibuka, banyak informasi masuk ke saya. Salah satunya dari warga Jalan Osap Sio Kelurahan Uma Sima, yang mengeluhkan distribusi gas tidak merata dan harga yang melambung tinggi,” ungkap Camat Iwan kepada samawarea.com di Kantor Bupati Sumbawa, Senin (14/7/25) sore.
Dalam sidak tersebut, ditemukan bahwa salah satu pengecer membeli gas dari pangkalan resmi dengan harga Rp 20.000 per tabung, lalu menjualnya kembali ke masyarakat seharga Rp 30.000. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) yang disepakati sebelumnya adalah Rp 18.000. Camat menilai ini sudah sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Saya sudah tegaskan, kalau ibu sebagai pemilik pangkalan merasa tidak mampu mengatur distribusi secara adil, lebih baik berhenti saja jadi pangkalan. Ini bukan semata bisnis, ini kebutuhan pokok warga,” tegasnya.
Tak hanya itu, tim juga menemukan aktivitas mencurigakan di salah satu pangkalan di Jalan Baru, bahwa gas subsidi dipindahkan ke dalam mobil box, padahal lokasi pangkalan jelas terlihat. Warga menduga gas tersebut tidak disalurkan kepada penerima yang tepat.
“Ada laporan warga, mereka jarang sekali dapat gas dari pangkalan itu. Begitu datang pun, katanya sudah habis. Tapi justru kami lihat gasnya dibawa naik ke mobil box,” imbuhnya.
Atas temuan ini, Camat dan tim segera berkoordinasi dengan Ketua Cerdas (Koordinator Agen Gas) untuk mencari solusi jangka panjang. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pemberlakuan harga seragam di seluruh pangkalan, yaitu Rp 18.000 per tabung.
“Kita ingin satu harga untuk seluruh pangkalan. Kalau pun ada tambahan ongkos, tidak boleh memberatkan masyarakat. Pangkalan harus menetapkan sasaran penerima secara jelas. Harus by name, by address,” tegas Iwan Sofian.
Camat juga menekankan bahwa persoalan kuota adalah urusan pemerintah pusat dan daerah. Sementara di tingkat kecamatan, fokus utama adalah memastikan sistem distribusi berjalan adil dan tepat sasaran.
Dengan dibentuknya Satgas Pengawasan LPG dan keterlibatan semua unsur pemerintahan hingga ke level RT, diharapkan praktik curang dan kelangkaan gas dapat diminimalisir. “Kita ingin tidak ada lagi warga miskin yang menjadi korban sistem yang rusak,” pungkas Camat Iwan. (SR)






