Sumbawa Barat, Samawarea. Com (19/6/2025)
Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemda KSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani lokal dengan menyiapkan bantuan premi asuransi pertanian bagi para petani padi dan jagung. Program ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap risiko gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau perubahan iklim yang ekstrem, yang sering kali menyebabkan kerugian besar bagi para petani.
Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Idrus, mengungkapkan bahwa Pemda akan menanggung premi asuransi bagi lahan pertanian seluas 5.000 hektare untuk setiap kali tanam. Nilai premi yang ditanggung per hektare mencapai Rp180.000, sehingga total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp900.000.000.
“Dengan adanya asuransi ini, petani akan merasa lebih tenang dalam menjalankan usaha taninya. Jika terjadi gagal panen, maka perusahaan asuransi akan siap membayar kerugian yang dialami petani tersebut,” ungkap Idrus dalam keterangannya.
Program asuransi ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk menciptakan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan dan menjaga stabilitas ekonomi petani. Dalam skema asuransi ini, petani yang mengalami kerugian karena faktor-faktor di luar kendali mereka akan mendapatkan kompensasi keuangan, sehingga tidak harus menanggung beban kerugian sendirian.
Menurut Idrus, skema ini sangat penting untuk diterapkan, terutama di tengah kondisi iklim yang semakin tidak menentu. Musim tanam yang sulit diprediksi, curah hujan yang ekstrem, serta ancaman serangan hama penyakit tanaman yang meningkat menjadi tantangan besar dalam sektor pertanian.
Dinas Pertanian Sumbawa Barat juga akan melakukan sosialisasi secara masif kepada para petani di seluruh kecamatan agar memahami manfaat dari program ini dan tidak ragu untuk bergabung. Dalam pelaksanaannya, program ini bekerja sama dengan pihak penyedia asuransi pertanian yang telah ditunjuk secara nasional, yaitu PT Jasindo.
“Harapan kami, para petani bisa lebih bersemangat menanam karena merasa dilindungi. Ini bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk memastikan bahwa petani tidak lagi dibiarkan berjuang sendiri menghadapi risiko pertanian yang kompleks,” lanjut Idrus.
Program asuransi pertanian ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani. Selain itu, langkah ini juga diyakini dapat mendorong produksi pertanian yang lebih stabil dan berkelanjutan, yang pada akhirnya berdampak positif pada ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Pemda KSB menargetkan agar ke depan cakupan lahan yang diasuransikan bisa diperluas, seiring dengan peningkatan anggaran dan antusiasme petani terhadap program ini. Dengan perlindungan yang memadai, diharapkan sektor pertanian akan menjadi lebih resilien dan mampu menghadapi tantangan zaman






