SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 April 2025) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP terus bergerak cepat mencari peluang dan menjalin komunikasi strategis guna memperjuangkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pertanian. Langkah ini dilakukan demi meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
Tindak lanjut cepat ini bermula dari dialog antara Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dan Presiden RI, Prabowo Subianto saat menghadiri acara Panen Raya Padi beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Gubernur melaporkan kebutuhan daerah-daerah di NTB akan alat dan mesin pertanian (alsintan). Respon cepat datang dari Presiden yang langsung memerintahkan Menteri Pertanian untuk segera menyalurkan bantuan alsintan ke wilayah yang membutuhkan, termasuk NTB.
Menangkap peluang tersebut, Bupati Sumbawa langsung menghubungi Gubernur NTB. Selanjutnya Gubernur memerintahkan Kepala Dinas Pertanian NTB segera menginstruksikan agar Kabupaten Sumbawa menjadi prioritas dalam pendistribusian bantuan.
Gayung bersambut, Kementerian Pertanian pun juga merespons setelah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa mengomunikasikan terkait usulan tersebut. Kementerian meminta Sumbawa untuk segera melakukan pendataan lokasi dan identifikasi kebutuhan sarpras pertanian.
“Inilah contoh kerja cepat menyelesaikan masalah dan merebut peluang. Setiap celah yang bisa kita tindaklanjuti, harus kita sikapi dengan gerak cepat,” tegas Bupati Haji Jarot saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Pemerintah Daerah Sumbawa, Jumat (11/4), di Lantai III Kantor Bupati.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Dr. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP, jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi NTB, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Bupati mengakui bahwa kebutuhan sarpras pertanian di Sumbawa masih sangat tinggi. Dengan luas lahan baku sawah mencapai 55.772,80 hektar dan lahan tegalan, kebun, serta padang rumput seluas 101.787 hektar, banyak sektor pertanian yang belum tersentuh bantuan secara optimal.
Untuk itu, Pemkab Sumbawa mengusulkan pengadaan sejumlah sarana, seperti traktor roda 2 dan roda 4, mesin air, transplanter, combine harvester kecil hingga besar, serta pembangunan irigasi perpompaan, perpipaan, jaringan irigasi, sumur bor, sumur dangkal, dan jalan usaha tani sepanjang 209 kilometer.
“Senin lusa saya akan bertolak ke Jakarta untuk mempresentasikan langsung kebutuhan ini di hadapan Kementerian Pertanian. Di hari yang sama, tim dari pusat juga akan datang ke Sumbawa untuk melakukan verifikasi lapangan terkait permohonan bantuan tersebut,” pungkas Bupati Jarot. (SR)





