SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 April 2025) – Isu mutasi dan berbagai spekulasi yang berkembang seputar pemerintahan Jarot Ansori, Dea Guru Ahmad Arifin M.M.Inov, seorang tokoh agama yang juga dikenal sebagai pemikir dan pembimbing spiritual, memberikan pandangannya dengan bijaksana.
Menurutnya, masyarakat perlu memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada pemimpin yang baru untuk membuat keputusan yang diyakini dapat membantu dalam tugas kepemimpinan di Sumbawa untuk lima tahun ke depan.
“Kita tidak seharusnya cepat berasumsi atau berprasangka buruk terhadap sesuatu yang belum terjadi. Belum ada bukti konkret mengenai niat atau langkah yang diambil, sehingga sebaiknya kita menghindari berprasangka buruk terhadap pemimpin kita. Apalagi, berasumsi yang berlebihan,” ujar Dea Guru Ahmad Arifin.
Meski demikian, Ustadz jebolan Pasca Sarjana Universitas Teknologi Sumbawa ini menekankan bahwa peran penting dari akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat adalah memberikan kontrol dan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemimpin.
“Fungsi kontrol dan kritik dari akademisi dan tokoh masyarakat perlu ada sebagai bagian dari ‘wa dzakkir fa inna dzikro tanfa’ul mukminin’ (dan ingatkanlah mereka karena sesungguhnya peringatan itu sangat besar manfaatnya bagi orang beriman),” ungkapnya.
Dea Guru Arifin juga menjelaskan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kontrol terhadap kebijakan dengan berprasangka buruk. Dijelaskannya, kontrol terhadap kebijakan adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk menjaga agar kebijakan tersebut sesuai dengan tujuan dan tidak menimbulkan dampak negatif, sedangkan Su’udz zhan hanya akan memperburuk situasi.
“Semoga kita semua diberikan pemimpin yang arif dan bijaksana, yang mampu menghadirkan kebaikan untuk Tau Tana Samawa. Mari kita dukung setiap langkah baik yang diambil oleh pemimpin kita, dan mari kita juga selalu mengingatkan beliau akan potensi keburukan yang bisa terjadi akibat kekeliruan dalam pengambilan kebijakan,” tutup Dea Guru Ahmad Arifin dengan penuh harapan.
Pandangan ini mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menilai tindakan pemerintah dan tetap mengedepankan sikap positif serta konstruktif dalam menyikapi segala dinamika yang terjadi. (SR)






