KPP Mining Resmikan Program Agroforestri Kopi di Sumbawa: Komitmen untuk Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

oleh -1300 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 April 2025) – PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) meresmikan program Kick Off Pengembangan Agroforestri Kopi di Desa Lawin dan Lebangkar, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Acara yang berlangsung di La Grande Sumbawa Grand Hotel, Selasa, 29 April 2025.

Ini menjadi tonggak awal dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan di sektor ekonomi dan lingkungan.

Dalam laporannya, Daniel Angga Sembara, CSR Manager KPP Mining, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini serta komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat di wilayah operasional.

“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Program ini adalah bagian dari misi KPP Mining untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui 4 pilar pemberdayaan: Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi,” ujar Daniel.

Ia menambahkan bahwa pada pilar ekonomi dan lingkungan, perusahaan menginisiasi proyek Agroforestri Kopi sebagai strategi untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kelestarian hutan. Proyek ini akan mencakup pelatihan, pendampingan, dan akses sumber daya bagi para petani.

KPP Mining juga telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, sebagai kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama Bupati Sumbawa pada tahun 2024.

“Keberhasilan program ini hanya dapat tercapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, perusahaan, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. Mari kita bangun sinergi yang berdampak dan berkelanjutan,” tegas Daniel.

Program Agroforestri Kopi ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi multi-pihak dalam membangun masyarakat yang tangguh secara ekonomi dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Pada kesempatan ini, Maxi Consulting, sebagai konsultan program, memaparkan Grand Design Implementasi Pengembangan Hilirisasi Kopi Berbasis Agroforestry, terus mendukung upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kopi di Desa Lawin dan Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, melalui pendekatan agroforestri.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi petani kopi lokal sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Ia menekankan pentingnya perbaikan dalam hal kuantitas, produktivitas, dan kualitas hasil kopi. Salah satu fokus utamanya adalah mempersiapkan petani agar mampu meningkatkan kualitas kopi mereka hingga mencapai target 20% dan kuantitas panen sebesar 25% pada musim panen 2025.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, KPP Mining memberikan bantuan berupa mesin huller dengan kapasitas 100 kg per jam. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan kulit buah kopi yang telah dikeringkan (kulit tanduk) dari biji kopi, sehingga menghasilkan biji kopi yang bersih dan siap diproses lebih lanjut. Mesin huller ini dilengkapi dengan spesifikasi silinder bubble plat tembaga, ukuran 1.500 x 760 x 1.270 mm, dan berat 360 kg, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi kopi di daerah tersebut.

Pencapaian dan Potensi Produksi Kopi di Sumbawa

Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, pada tahun 2022, Kabupaten Sumbawa tercatat sebagai penghasil kopi Robusta terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan produksi mencapai 1.972,96 ton, atau sekitar 36% dari total produksi kopi Robusta di provinsi tersebut yang mencapai 5.466,91 ton. Kecamatan Ropang sendiri menyumbang 175,6 ton kopi setiap tahunnya pada periode 2022-2024, yang setara dengan 9% dari total produksi kopi Robusta Kabupaten Sumbawa.

Dengan adanya dukungan dari KPP Mining dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen kopi, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi kopi yang ramah lingkungan melalui pendekatan agroforestri. Sehingga, para petani kopi di Desa Lawin dan Desa Lebangkar dapat merasakan manfaat jangka panjang dari program ini, baik dari segi peningkatan ekonomi maupun kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *