SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Oktober 2024) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah – H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH menegaskan komitmennya untuk menjadikan Sumbawa sebagai daerah yang semakin berkeadaban, maju, dan berkelanjutan.
Hal ini sesuai visi misi yang diusung pasangan nomor urut 4 tersebut saat Calon Bupati H Mahmud Abdullah berkampanye di wilayah Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Jumat (18/10/2024). Ikut mendampingi Cabup yang diusung Golkar dan Gelora ini di antaranya Presiden Bawa Mengas, Agus Salim Okak dan Penasehat Golkar Sumbawa, Ridwan SH.
Dalam kesempatan itu, Cabup yang disapa Haji Mo ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan daerah. “Tagline Mo-BJS Barema Mo’ Jatu Samawa menggarisbawahi pentingnya pemerintahan yang kolaboratif. Kita harus bersama-sama membangun Sumbawa ini,” kata Haji Mo’.
Ia menambahkan bahwa budaya gotong royong dan nilai-nilai saling mendukung, yang dikenal dengan sikap “saling satingi” harus terus dijaga sebagai ciri khas Kabupaten Sumbawa.
Haji Mo’ menekankan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan semua elemen, ia yakin Sumbawa dapat mencapai kemajuan yang diharapkan.
Tidak hanya daerah yang maju karena kegotong-royongan lanjut Haji Mo, tapi juga rakyatnya harus beradab. Falsafah Tau Samawa yang mengedepankan prinsip “adat barenti ko sara, sara barenti ko kitabullah” menjadi dasar bagi masyarakat Sumbawa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Makna dari falsafah ini menegaskan bahwa adat istiadat harus sejalan dengan norma-norma agama, dan hukum-hukum Allah adalah landasan utama dalam bertindak.
Konsep ini diimplementasikan melalui sikap “taket ko nene’ kangila boat lenge,” yang berarti takut kepada Allah dan malu untuk berbuat buruk atau tak terpuji. Sikap ini mencerminkan kesadaran moral yang tinggi, di mana setiap individu diharapkan untuk menjaga akhlak dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditetapkan.
Dalam konteks pembangunan, penerapan falsafah ini sangat penting. Dengan mengedepankan nilai-nilai moral dan spiritual, masyarakat Sumbawa dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, saling menghormati, dan berkeadaban. Haji Mo’ mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga falsafah ini dalam setiap langkah pembangunan, agar Sumbawa tetap menjadi daerah yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur dan ketakwaan. (SR)






