Kepala Desa Manemeng Serukan Perlunya Alokasi Anggaran yang Jelas untuk Program Inovasi Kabupaten

oleh -1583 Dilihat

Sumbawa Barat, Samawarea.com ( 18/7/2024)
Kepala Desa Manemeng, Jayadi SH, dengan tegas menyampaikan harapannya agar setiap inovasi yang digagas oleh Kabupaten tidak serta-merta dibebankan anggarannya kepada pemerintah desa. Dalam sebuah pernyataan yang penuh semangat, Jayadi mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tantangan yang dihadapi desanya dalam memenuhi program-program desa yang sudah ada, terutama yang bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan.

“Desa Manemeng, seperti desa-desa lainnya, memiliki berbagai program yang fokus pada penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjalankan program-program ini saja kami sudah mengalami kesulitan dalam hal anggaran. Oleh karena itu, jika Kabupaten memiliki program inovatif seperti Posyandu Prima (Posprim) atau upaya penurunan stunting, sangat penting agar anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut juga disertakan,” ujar Jayadi SH.

Jayadi menekankan bahwa tanpa dukungan anggaran yang memadai dari Kabupaten, pelaksanaan program-program tersebut di tingkat desa akan menjadi beban tambahan yang sulit diatasi. “Kalau mau titip program, harus titip juga uangnya,” tambah Jayadi dengan tegas.

Pernyataan ini datang di tengah peningkatan upaya dari berbagai pemerintah daerah untuk mengimplementasikan program-program inovatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, tanpa dukungan anggaran yang memadai, Jayadi khawatir bahwa program-program tersebut justru akan membebani desa-desa yang sudah berjuang dengan keterbatasan sumber daya.

“Kerjasama antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten sangat penting, tetapi harus disertai dengan pembagian tanggung jawab yang jelas, termasuk dalam hal anggaran. Kami siap mendukung dan menjalankan program-program inovatif, asalkan ada alokasi dana yang memadai untuk mendukung pelaksanaannya,” pungkas Jayadi.

Pernyataan Kepala Desa Manemeng ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah Kabupaten dan para pemangku kebijakan, agar program-program yang dirancang untuk kesejahteraan masyarakat dapat berjalan efektif dan tidak menjadi beban tambahan bagi pemerintah desa.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *