Sumbawa Barat, Samawarea.com (22/2/2024)
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem keuangan daerah, Bupati Sumbawa Barat, DR. Ir. H. W. Musyafirin., menegaskan pentingnya integrasi CMS dengan Sistem Keuangan Daerah. Pada acara High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (T2DD) KSB di Taliwang, Rabu (21/2), Bupati Musyafirin menekankan perlunya inovasi dari para Kepala OPD untuk menjalankan integrasi ini.
Bank Indonesia Perwakilan NTB turut memberikan dorongan dengan mendorong pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk melakukan digitalisasi penuh sistem keuangan daerah menggunakan aplikasi Cash Management System (CMS). Menurut Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI NTB, Berry Arifsyah Harahap, integrasi ini dapat meningkatkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ITPD) hingga 60 persen.
Meskipun nilai ITPD KSB telah membaik dari tahun ke tahun, dengan mencapai 77,2 persen pada semester II tahun 2023, KSB masih belum masuk dalam kategori digital karena belum mencapai angka minimal 80 persen. Untuk mencapai status tersebut, Pemda KSB dituntut untuk segera mengintegrasikan CMS dengan sistem keuangan daerahnya.
Bupati Musyafirin menyambut harapan dari BI NTB dengan komitmen untuk memperluas dan membenahi penerapan ETPD di daerahnya. Dalam rapat tersebut, ia langsung memerintahkan seluruh OPD terkait untuk menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan guna pengintegrasian CMS dengan sistem keuangan daerah.
Menurut Bupati, inovasi menjadi kunci kesuksesan dalam penerapan ETPD. Ia meminta seluruh kepala OPD untuk terus berinovasi demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan sistem keuangan daerah dapat berjalan lebih efisien dan transparan.






