Kisah Suharno, dari Petani Biasa Menjadi Pengusaha Sukses Berkat KUR

oleh -1098 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 Desember 2023)—Suharno tak pernah membayangkan bisa menjadi seorang pengusaha hasil bumi. Sebab sebelumnya warga Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano ini adalah petani biasa yang mengelola lahan pertaniannya untuk menanam jagung. Berkat bantuan modal usaha dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digelontorkan BRI Sumbawa melalui Kantor Unit Empang, Suharno bermetamorfosis dari petani biasa menjadi seorang pengusaha sukses.

Ditemui samawarea di Labuhan Jambu, Senin (3/12/2023), Suharno mengaku sebelumnya hidupnya biasa-biasa saja seperti kebanyakan petani penggarap lainnya. Dia mengelola lahan yang terbatas dan juga terjerat hutang rentenir untuk memenuhi kebutuhannya. Hidupnya stagnan, dan tidak ada perubahan. Hasil pertaniannya hanya cukup untuk menyambung hidup.

Suharno tak ingin kondisinya jalan di tempat. Dia harus berubah. Bagaikan gayung bersambut. Tahun 2009 lalu, dia memberanikan diri bergabung menjadi nasabah BRI Unit Empang. Hal ini menyusul adanya program KUR. Mulanya Suharno ragu, karena informasi yang diperoleh bahwa bersentuhan dengan perbankan ribet dan memberatkan.

Setelah mendapat pemahaman tentang KUR yang sekaligus membantah informasi tersebut, Suharno mendapat pinjaman awal Rp 10 juta. Setiap tahun pinjaman KUR yang diberikan terus bertambah. Dari pinjaman ini, Suharno dapat membeli bibit berkualitas, pupuk dan obat-obatan yang cukup. Hasil panennya pun berlimpah. Bahkan sekali panen bisa mencapai 32 ton jagung. Selain itu Suharno juga dapat membeli ternak yang kemudian dibudadaya menjadi usaha penggemukan.

Dalam proses ini, Suharno melihat persoalan sekaligus kebutuhan petani di sekitarnya. Dia pun menangkap peluang dari persoalan tersebut. Untuk mendekatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan para petani secara cepat tersebut, Suharno mencoba peruntungan dengan menjadi pengusaha hasil bumi dan suplayer.

Untuk menjadi pengusaha, pastinya membutuhkan tambahan modal yang cukup besar. Melalui KUR inilah, Suharno mendapatkan apa yang diinginkan. Tahun 2014, Suharno mulai membeli hasil panen petani, dan menyediakan kebutuhan pertanian para petani. Mulai dari bibit, pupuk, obat-obatan, dan lainnya, dengan harga pasaran.

Usaha Suharno ini cukup membantu para petani untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa adanya biaya tambahan. Petani hanya duduk manis, semua kebutuhan tersedia dan hasil pertaniannya terjual. “Alhamdulillah usaha saya berkembang pesat,” ucap pemilik UD Amanda Adira—salah satu pengecer pupuk ternama di wilayah Empang—Tarano ini.

Selama ini diakui Suharno, tidak ada keluhan dari pelayanan yang diberikan BRI khususnya di Unit Empang, terutama terhadap nasabah KUR. Sebaliknya para nasabah terbantu dan merasa nyaman. Secara tidak langsung BRI juga telah melakukan pendampingan terhadap para nasabah agar memanfaatkan modal usaha dari pinjaman KUR-nya secara tepat dan cermat, serta sukses meningkatkan perekonomian. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *