Terkini, Kasus HIV/AIDS di Sumbawa Capai 226 Orang, 103 Meninggal Dunia

oleh -1375 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 April 2023)–Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sumbawa setiap tahunnya terus meningkat. Sejak ditemukan Tahun 2010 lalu, hingga 2022, kasus HIV/AIDS di Sumbawa mencapai 226 orang. Dari jumlah ini, 103 orang di antaranya meninggal dunia.

Demikian diungkapkan Bupati Sumbawa melalui Asisten I Sekda, Varian Bintoro S.Sos., M.Si saat membuka Rapat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sumbawa Tahun 2023 membahas tentang situasi terkini pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sumbawa, di Aula Kantor Bappeda Sumbawa, Rabu (5/4/2023).

Dengan ditemukan kasus tersebut yang sebagian besar berstatus AIDS, ungkap Varian, mengindikasikan bahwa penemuan kasus sangat terlambat dilakukan. Kematian-kematian pada sebagian besar ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang ditemukan sejak tahun 2010 menunjukkan upaya pengendalian terutama berkaitan dengan perawatan, pengobatan dan dukungan terhadap mereka masih perlu ditingkatkan.

Di sisi lain, persoalan pengendalian HIV AIDS juga terkendala pada permasalahan dalam kehidupan sosial di masyarakat. Sikap ketidakpedulian terhadap lingkungan, perhatian terhadap keluarga, kesetiaan pada pasangan, dan tuntunan agama kepada masyarakat, mulai berkurang. Permasalahan narkoba dan pergaulan bebas sebagai muara dari sikap masyarakat tersebut membuat permasalahan dalam pengendalian HIV AIDS menjadi semakin kompleks.

Karena itu Ia berharap perlu adanya organisasi yang bisa menggerakkan baik individu, kelompok maupun masyarakat sehingga peduli terhadap pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

“Saat ini di kabupaten sumbawa belum ada lembaga maupun yayasan yang bergerak dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Pertemuan yang kita laksanakan hari ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali terkait permasalahan HIV AIDS ini, bila kita tidak tanggulangi secara komprehensif maka betapa besarnya masalah yang akan ditimbulkan. Untuk itu, melalui kesempatan ini saya berharap kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) agar tetap menyediakan anggaran untuk melatih petugas kesehatan dalam penanganan HIV AIDS,” tandasnya.

Di bagian lain, Varian meminta RSUD Sumbawa yang sudah memiliki tim lengkap dalam penanganan ODHA, untuk meningkatkan layanannya. Ia tidak ingin mendengar ada hambatan yang berkaitan dengan keterbatasan ruangan sebagai alasan pembenar layanan konseling dan tes HIV tidak dapat dilakukan secara terstandar di institusi ini.

“Saya juga tidak mau lagi mendengar adanya berita penolakan layanan terhadap ODHA oleh rumah sakit, karena di sana sudah ada tim kesehatan yang menangani ODHA untuk pengobatan dan perawatan termasuk persalinan apabila ODHA dalam kondisi hamil,” imbuhnya.

Demikian dengan Dinas Kesehatan agar mengaktifkan dan mengawasi layanan konseling dan tes HIV di beberapa puskesmas yang telah memiliki “Tim Konseling dan Tes HIV.

Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian HIV AIDS, Varian mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, mengadvokasi pemerintah desa untuk mampu menggunakan dana yang dikelola oleh pemerintah desa terutama dalam membantu syiar informasi HIV AIDS maupun narkoba kepada masyarakat.

Kemudian bersama Satpol-PP agar mengadvokasi pihak desa maupun kelurahan untuk menerapkan sistem kepedulian lingkungan melalui penerapan kewajiban “wajib lapor kurang dari 24 jam terhadap tamu.

Selanjutnya, dinas pendidikan dan kebudayaan agar menginstruksikan para kepala sekolah untuk menyediakan waktu terutama dalam masa orientasi sekolah kepada perangkat daerah terkait untuk memberikan penyuluhan kepada siswanya tentang HIV AIDS.

Sebelumnya Kadis Kesehatan Sumbawa, Junaedi S.Si., M.Si., A.Pt mengakui kasus HIV/AIDS di Sumbawa cenderung meningkat. Para penderita tidak hanya tersebar di kota, tapi sudah menyebar di hampir semua kecamatan.

Sebagian besar penderitanya masih berusia produktif baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan ada yang masih berusia bayi dan anak-anak yang terjangkit dari orang tuanya.

Ia berharap dengan terbentuknya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), upaya pencegahan dan penanganan HIV AIDS semakin digencarkan. (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *