SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9 April 2023)–Tidak hanya pembangunan Sarana Prasarana Olahraga di kawasan Samota, tapi banyak proyek strategis yang akan terbangun di masa pemerintahan Mo—Novi (Drs. H. Mahmud Abdullah—Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd). Proyek ini bakal menjadi legacy monumental yang akan dikenang masyarakat setelah keduanya tidak lagi menjabat.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, E.S. Adi Nusantara H. S.Sos., MT pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2024” yang digelar Universitas Samawa (UNSA), Sabtu (8/4) sore, menyebutkan ada 6 proyek strategis yang akan dibangun di Kabupaten Sumbawa.
Pertama, pembangunan Kawasan KEK Tanjung Santong. Untuk pembangunan proyek besar ini, telah disiapkan lahan seluas 300 hektar. Lahan ini disiapkan untuk pembangunan fasilitas sisi darat pelabuhan, kawasan pergudangan dan kawasan industri.
Kedua, pembangunan jalan dan jembatan Samota. Pembangunan ruas jalan Samota Sumbawa ini masuk dalam salah satu program proyek strategis nasional dengan total panjang jalan 24 Km. Hingga saat ini ungkap Adi Nusantara, masih ada sisa sepanjang 1,5 Km plus beberapa buah jembatan yang belum dikerjakan.
Karena itu sesuai dengan program dan komitmen pusat maka ruas jalan Samota tersebut akan dituntaskan pembangunannya pada tahun 2024 dengan alokasi anggaran melalui dana APBN sebesar Rp 287.448.000.000.
Ketiga, pembangunan jalan mendukung percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah. Dijelaskan Adi, pengusulan peningkatan jalan terutama di daerah sulit ini melalui Inpres Percepatan Jalan Daerah. Ada tiga ruas jalan yang akan ditingkatkan.
Yaitu ruas Lenangguar—Teladan sepanjang 9 kilometer dengan anggaran Rp 19.396.750.000. Ruas jalan Teladan–Kelawis sepanjang 26 kilometer senilai Rp 33.535.270.000. Selanjutnya, ruas jalan Tepal-Batu Rotok sepanjang 11 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp 96.409.490.000. Total anggaran untuk ketiga ruas jalan itu mencapai Rp 149,3 milyard.
Proyek strategis lainnya adalah Rencana Pengembangan Kawasan Pantai Gelora dan sekitarnya melalui penataan kawasan dan pengembangan infrastruktur permukiman mendukung pariwisata.
Berdasarkan masterplan, ungkap Adi, ada 5 blok yang akan dibangun. Yakni Blok Pantai Gelora sebagai kawasan pusat wisata, Blok A dan B adalah pemukiman Dusun Meno yang dijadikan kawasan pendukung pariwisata. Blok C adalah Pemukiman Dusun Meno yang dijadikan Kawasan Wisata Kuliner.
Selanjutnya, Blok D adalah pemukiman Kampung Bali yang dijadikan kawasan budaya dan budidaya perikanan. Blok E merupakan Pemukiman Desa Sabedo yang dijadikan kawasan penyangga.
Kelima, Proyek Pembangunan IPLT Raberas dengan alokasi dana Rp 9,9 milyar. Pembangunan IPLT Raberas ini dilakukan untuk mendukung infrastruktur sanitasi dalam rangka memenuhi layanan lumpur tinja dan pemenuhan SPM Bidang Pekerjaan Umum. Terakhir, Pembangunan SPAM Ai Ngelar. Proyek yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 100 Milyar ini dihajatkan untuk peningkatan layanan air bersih. (SR)






