KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, samawarea.com (7 Maret 2023)–Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM, meresmikan Rumah Singgah Baznas yang berlokasi di Jalan Prabu Pangkasari, Gang Rawa Indah Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Sabtu (4/3/2023). Keberadaan Rumah Singgah ini untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat KSB yang sakit dan dirujuk ke Mataram.
Hadir dalam kesempatan itu, Asisten I Sekda KSB, Kepala Dinas Kesehatan KSB, Kepala Dinas Sosial KSB, Wakil Ketua 3 Baznas Provinsi NTB Drs. H. Maad Umar, Wakil Ketua 2 Baznas NTB Abdul Hakim, S.Pt. MM, Ketua Baznas Kota Mataram, H. Muhammad, Ketua Baznas Dompu, Drs. Dahlan Haq, Ketua Baznas Sumbawa, H. Ali Tunru, dan para Wakil Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa Barat beserta jajaran.
Selain peresmian Rumah Singgah, juga dilakukan penandatanganan beberapa MoU. Antara lain Ketua Baznas KSB dengan Kepala Dinas Sosial KSB tentang Pelayanan Kebutuhan Dasar Fakir Miskin.
Lalu kerjasama Ketua Baznas KSB dengan Kepala Dinas Kesehatan KSB tentang Pembiayaan Pendamping Pasien Berobat Lanjut dan Pendamping Pasien Rawat Inap di RSUD Assyifah, RSUP NTB dan Rawat Inap Puskesmas se KSB.
Kemudian, penandatangan MoU antara Ketua Baznas KSB dengan Direktur Manajemen Tazkiyah Bogor tentang Pembinaan Manajemen dan Staf Bank Zakat Mikro (BZM) Baznas KSB.
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM menyampaikan bahwa sejak adanya lembaga Baznas, baik di KSB maupun di daerah lain, sangat dirasakan terbangunnya rasa saling peduli. Disamping itu, masyarakat juga dapat melihat secara langsung sampai sejauhmana zakat, infaq, shadaqah yang dikumpulkan benar-benar digunakan sesuai dengan sasaran. Sulit untuk disalahgunakan, karena ketika ditemukan adanya cacat, maka sangat sulit untuk mengembalikan nama baik.
“Kita bersyukur dari tahun ke tahun kepedulian Baznas KSB semakin meningkat, apalagi didukung oleh integritas para Komisioner,” ujarnya.
Pihaknya ungkap Bupati, selalu berupaya untuk mencari cara meningkatkan infaq dan sadakah. Sempat dibahas, bahwa kewajiban pungutan zakat tidak hanya kepada ASN KSB, melainkan juga karyawan swasta. Namun terkadang Perbankan atau BUMN, zakatnya diambil pusat. Semestinya zakat tersebut dapat diserahkan ke lembaga dimana keberadaan BUMN tersebut. Rencananya Baznas KSB akan menyasar PT AMNT.
“Ini yang belum sempat kita sosialisasikan. Kalau itu kita sampaikan dengan baik, Insya Allah pasti perusahaan itu menyetujuinya, karena salah satu cara menjaga kesucian harta kita harus dengan zakat dan infaq, karena Allah menjanjikan kepada umatnya bahwa perniagaan yang tiada merugi itu yaitu melaksanakan shalat, membaca Al-Quran dan menginfakkan sebagian harta benda,” ungkap Bupati.
Hadirnya Rumah Singgah ini menurut Bupati, sebagai bentuk kepedulian. Tetapi yang menjadi masalah sekarang yaitu pendamping pasien yang dirujuk tersebut. Pemda telah menyediakan anggaran Rp 1 juta.
“Alhamdulillah kita selalu mendapatkan tambahan dari Baznas. Dengan keberadaan Rumah Singgah ini, kita atur baik-baik bagaimana keberadaan pendamping pasien. Jika perlu ditugaskan Pol PP untuk memberi, dan harus dibuat batas-batasnya dalam pemanfaatan fasilitas tersebut,” terang Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan kepada para Ketua Baznas Propinsi, Kabupaten/Kota bahwa di KSB sekarang ini sedang menangani kemiskinan ekstrim. Pemda mendeklarasikan warga miskin dari tingkat dusun hingga desa yang menyatakan dirinya benar-benar miskin. Dengan cara seperti itu, tahun 2016 di KSB terdapat 1.583 warga miskin dengan persentase 3,32%.
“Kami memberikan peluang kepada masyarakat mampu untuk memberikan infaqnya kepada masyarakat miskin. Jika dulu banyak orang yang mengklaim dirinya miskin dan ingin mendapatkan bantuan. Bahkan ada yang protes kenapa salah satu warga tersebut kena bantuan padahal tidak miskin. Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak ada lagi,” tandasnya. (SR)






