Puluhan Calon Kades di KSB Deklarasi Pilkades Damai

oleh -286 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (11 Oktober 2022)–Sebanyak 49 calon kades dari 16 desa melakukan deklarasi Pemilhan Kepala Desa (Pilkades) Damai. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Graha Fitrah Kantor Bupati Sumbawa Barat, Komplek KTC, Selasa (11/10/2022).

Dalam deklarasi tersebut semua calon kepala desa siap mengikuti Pilkades dengan jujur, adil, transparan, tanpa ada kekerasan dan akan terus menjaga kondusifitas wilayah masing-masing.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. HW Musyafirin MM dalam kesempatan itu, berpesan kepada seluruh calon kepala desa pada Pilkades serentak gelombang pertama tahun 2022 untuk menjadikan deklarasi tersebut sebagai bentuk komitmen mewujudkan Pilkades yang damai.

“Kondusif, berhasil atau tidaknya penyelenggaraan Pilkades nantinya sangat tergantung kepada kita-kita yang hadir pada saat ini. Kita semua para penyelengara, haruslah satu komando. Dalam proses penyelenggaraan, kita haruslah mengambil tindakan sesuai dengan prosedur aturan yang berlaku, tidak boleh mengambil jalan sendiri. Apa yang menjadi temuan dari panwas kecamatan harus ditindaklanjuti. Apa yang menjadi masalah, keluhan harus ditindaklanjuti. Apapun itu, semuanya harus ditindaklanjutiu sesuai dengan aturan yang berlaku. Saya tidak ingin Pilkades jalan ke utara, panitia dan pengawas jalan ke timur. Semua perangkat PPKD usahakan membersihkan hati, menjaga kenetralan, tidak perlu menunjukkan keberpihakan secara signifikan, dan yang paling tau kemana kita adalah hati kita,” ungkap Bupati.

Bupati juga berpesan kepada penyelenggara dari desa hingga kabupaten, bahwa apa yang sudah diucapkan dalam ikrar, harus dilaksanakan. Khusus bagi para kontestan, bahwa apa yang dibaca harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik.

“Kita boleh berusaha semaksimal mungkin untuk terpilih, tapi begitu kita terpilih kita kembalikan kepada Allah SWT. Siapapun, baik yang mendapatkan amanah maupun yang tidak mendapatkan amanah semuanya harus ikhlas. Ada sengketa-sengketa kita serahkan kepada mekanisme yang berlaku. Saya berharap persepsi kita terhadap aturan-atauran yang berlaku kita taati bersama, tidak boleh ada terdapat persepsi yang berbeda. Begitu di antara kita ada persepsi yang berbeda itu akan menyebabkan terjadinya inkondusifitas daerah,” tegasnya seraya mengajak untuk  bersama menjaga etika dan aturan main, serta kamtibmas di wilayahnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *