Dikes Sumbawa Ajak Kader Pangan Aman Berikhtiar Cegah Stunting   

oleh -514 Dilihat
dr Hj. Nieta Ariyani, saat menjadi narasumber pada hari kedua Bimbingan Teknis Penyuluhan Kader Keamanan Pangan di Hotel Grand Samota, Selasa (16/8).

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Agustus 2022)–Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dr. Hj. Nieta Ariyani menyebutkan bahwa Sumbawa menjadi salah satu kabupaten/kota yang menjadi locus stunting. Pemerintah daerah bersama leading sektor terkait terus berikhtiar untuk mencegah lahirnya stunting. Di antaranya melakukan intervensi secara spesifik yakni menggelar Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak).

Selain itu mengedukasi para kader untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan pemantauan pertumbuhan setiap bulan di Posyandu, di samping pemahaman tentang pemberian makanan yang benar bagi anak. Caranya, memberikan asupan yang terbaik di masa emas usia bayi 0—6 bulan. Tak hanya itu lansia juga perlu diedukasi. Sebab banyak mitos yang diyakini keluarga.

“Misalnya, nenek yang tidak mengizinkan cucunya untuk diimunisasi,” kata dr Nieta, saat menjadi narasumber pada hari kedua Bimbingan Teknis Penyuluhan Kader Keamanan Pangan di Hotel Grand Samota, Selasa (16/8).

Stunting ungkap Sekdis, adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak balita, dengan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Masalah stunting ini muncul akibat masalah gizi, prilaku dan kemiskinan.

Untuk gizi, kurangnya asupan nutrisi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Untuk mencegah stunting, diperlukan nutrisi yang terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Karena itu Dikes bersama PKK dan Dinas Ketahanan Pangan, mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur-sayuran, budidaya ikan dan lainnya, sehingga dapat dikonsumsi guna mendapatkan gizi seimbang.

Kemudian kemiskinan. Banyak ditemukan anak-anak kekurangan gizi atau asupan makanan berasal dari keluarga tidak mampu. Banyak anak tapi berpenghasilan tidak menentu. Ibu yang terpaksa menjadi TKW dan belum sempat menuntaskan pemberian ASI sampai bayi berusia 6 bulan.

Gizi dan kemiskinan lanjut Sekdis, bukan menjadi satu-satunya indikator penyebab stunting, namun juga persoalan sanitasi dan pengelolaan sampah Masih ada yang membuang sampah dan BAB sembarangan.

“Karenanya sangat penting mengubah prilaku masyarakat untuk memahami betapa pentingnya memiliki jamban, karena ternyata masalah sanitasi itu punya potensi besar terhadap timbulnya permasalahan kesehatan salah satunya stunting,” ungkapnya.

Lurah Bugis, Euis Kurniasih S.Pd bersama PKK, Kader Posyandu dan Karang Taruna menjadi peserta Bimtek Keamanan Pangan

Melalui para Kader Pangan Aman yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Keamanan Pangan, dr. Nieta berharap dapat menjadi agen yang memberikan edukasi secara berantai kepada masyarakat sebagai upaya bersama dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Sumbawa.

Selain membahas soal stunting, pada kegiatan Bimtek yang digelar Dikes Sumbawa selama dua hari (15—16 Agustus) ini, mengupas soal 5 kunci keamanan pangan untuk sekolah.

Yuni Febrianti S.Si dari Seksi Kefarmasian Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan, menyebutkan 5 kunci tersebut. Adalah, mengenali pangan aman (bebas dari pencemaran biologis, kimiawi dan fisik), membeli pangan aman (bersih dan tidak tercemar), membaca label dengan seksama (masa kadaluarsa), menjaga kebersihan tempat pangan, dan mencatat melaporkan apa yang ditemui (misalnya, pangan yang tidak memenuhi standart kesehatan).

“Ada beberapa jenis pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yakni makanan camilan/snack, minuman, makanan sepinggan (makanan berat) dan buah-buahan. Untuk mendapatkan jajajan ini, gunakan 5 kunci keamanan pangan itu sehingga kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan terutama keracunan makanan,” pungkasnya.

Acara Bimtek Keamanan Pangan berlangsung rileks dan semarak. Para peserta yang terdiri dari lurah, kades, PKK, kader posyandu dan karang taruna ini, diajak senam cuci tangan. Senam tersebut dipandu Lurah Bugis, Euis Kurniasih S.Pd bersama Ketua PKK dan Kader Posyandu Kelurahan Bugis yang diikuti sekitar 40 orang peserta dari 8 kelurahan dan desa di Kabupaten Sumbawa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *