KKN Mahasiswa UNRAM di Obel-obel Demo Cara Mengolah Makanan Bergizi

oleh -461 Dilihat

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (26 Juli 2022)–Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, menjadi lokasi mahasiswa Universitas Mataram (UNRAM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode 2022.

Dalam kegiatan itu para mahasiswa KKN tersebut membuat beragam olahan makanan bergizi. Seperti Nugget Ikan, Puding Kelor, dan Susu Kedelai.

Bertempat di Posko KKN Obel-obel, kegiatan yang berlangsung selama seminggu, 18–25 Juli 2022 ini, melibatkan ibu-ibu PKK, staf desa dan masyarakat umum.

Masyarakat yang hadir sangat antusias mengikuti proses pengolahan makanan yang dipandu Tim KKN. Setelah berproses, Tim KKN membagikan hasil dari pengolahan makanan bergizi secara gratis kepada beberapa staf desa dan anak stunting di Desa Obel-obel.

Selain itu tim membuat leaflet berisi informasi terkait dengan stunting, upaya pencegahan stunting, serta langkah-langkah pengolahan makanan bergizi. Tim KKN juga memperlihatkan serta mengirimkan file video tutorial pengolahan makanan bergizi bagi masyarakat yang tidak hadir saat demo pengolahan makanan tersebut.

“Susu kedelai memang bagus untuk anak-anak, saya juga selama hamil konsumsi susu kedelai. Tinggal pudding kelor yang belum pernah saya bikin,” kata Insaeni, salah seorang ibu rumah tangga yang hadir di lokasi.

Ketua Tim KKN, Nazri Al Ayyubi didampingi Sekretarisnya, Salsabila Mustaan mengatakan, kegiatan itu bertujuan agar masyarakat di Desa Obel-obel dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada menjadi bahan makanan bergizi sebagai upaya pencegahan stunting di desa tersebut.

Menurutnya, pemenuhan gizi terhadap anak sangat penting terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), ilmu parenting dalam melatih motorik anak, pemenuhan gizi dan juga pemberian ASI eksklusif kepada anak selama 2 tahun, menjadi ikhtiar dalam mencegah terjadinya stunting terhadap anak,” ungkapnya.

Sementara Kades Obel-obel, Harun, S.Pd mengapresiasi keberadaan mahasiswa UNRAM yang melaksanakan KKN di desanya. Ia berharap keberadaan Tim KKN ini dapat membantu warganya terutama dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terkait stunting.

Dikatakan Harun, stunting menjadi persoalan serius di Desa Obel Obel. Ia berharap dengan dukungan mahasiswa sebagai agen perubahan, sehingga tidak ada lagi warganya yang mengalami stunting. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *