Kolaborasi Pentahelix, Cara UTS Bergerak Majukan Pendidikan Indonesia Timur

oleh -673 Dilihat

MATARAM–Semangat gotong royong adalah salah satu budaya Bangsa Indonesia, yang sejak telah lama melekat dan mengakar. Melalui gotong royong, banyak hal dapat diselesaikan bersama-sama. Semangat gotong royong ini kemudian diejawantahkan dalam berbagai bentuk.

Salah satunya kolaborasi, yang di masa sulit pandemi 2 tahun sangat terasa manfaatnya, dan membantu berbagai pihak untuk tetap survive. Tidak hanya personal, pemerintah, dunia usaha dan lainnya, kolaborasi ini juga sangat dibutuhkan oleh perguruan tinggi tidak terkecuali UTS.

UTS sejauh ini telah menjalankan bentuk kolaborasi kerjasama pentahelix atau multipihak sebagai langkah kongkrit memajukan universitas. Sebagaimana yang gencar dilakukan UTS di bawah kepemimpinan Chairul Hudaya, Ph.D dengan terus meningkatkan kerjasama.

Tak dipungkiri hal positif ini membantu kampus untuk tetap bertahan dan terus bergerak maju walau di tengah gempuran pandemi. Sadar akan pentingnya hal tersebut, UTS terus memperkuat, memperluas dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Annual Meeting UTS 2022.

Annual Meeting UTS 2022 telah sukses digelar pada 16 Maret 2022 lalu. Terselenggaranya event tahunan ini, merupakan rangkaian Dies Natalies ke-9 UTS, sekaligus upaya untuk memperkuat hubungan kerjasama pentahelix dengan segenap mitra univeritas, yang sejauh ini telah memberikan dukungan untuk bertumbuhnya UTS. Acara yang digelar di Pendopo Gubernur NTB ini dihadiri puluhan mitra kerjasama UTS yang terdiri dari pemerintahan, kalangan industri, perguruan tinggi, komunitas dan media massa.

Turut hadir Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah yang juga Pendiri UTS didampingi Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE., M.Sc selaku Ketua Yayasan Dea Mas yang memberikan apresiasi kepada segenap mitra universitas atas bantuan dan dukungannya kepada UTS, sehingga di usia 9 tahun ini mampu mengukir namanya sebagai salah satu universitas terbaik di kawasan Indonesia Timur.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D dalam sambutannya memaparkan tentang berbagai pencapaian universitas dalam rentang waktu 9 tahun, dan rencana kedepan UTS. Sembilan tahun berlalu, telah banyak pencapaian diraih. Empat kepemimpinan rektor telah menorehkan banyak tonggak perjuangan.

Dr. Zul sebagai rektor pertama banyak meletakkan pondasi yang kuat bagi kampus untuk melangkah. Rektor selanjutnya, Dr. Arief Witarto banyak menorehkan pencapaian termasuk dengan hadirnya Sumbawa Technopark di lingkungan kampus. Dilanjutkan oleh Dr. Andy Tirta yang memberikan perkembangan hampir di seluruh bidang tridarma perguruan tinggi.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) UTS 2013-2036, saat ini memasuki periode ke-3 (2020-2024). Pada periode ini, UTS memfokuskan pada pengembangan dan pemanfaatan sumber daya melalui peningkatan produktivitas dan inovasi. “Untuk memastikan hal tersebut terealisasi dan tercapai, kami melakukan safari dan memberikan pemahaman kepada setiap lini, tentang kemana kampus ini akan diarahkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama para pihak selaku mitra UTS. “Kami percaya, jika bukan karena kolaborasi dengan segenap mitra yang meluangkan waktu untuk hadir saat ini, UTS tidak akan sampai sejauh ini,” imbuhnya.

Sejatinya kemajuan universitas itu adalah agregasi dari majunya individu per individu, baik dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan dan penunjang. Dukungan yang datang dari berbagai pihak dalam bentuk kolaborasi adalah bahan bakar semangat yang membuat UTS terus bergerak untuk mencetak insan insan yang memiliki nilai nilai karakter yaitu berintegritas, humanis, bertanggung jawab, religius, inklusif dan transformatif.

Sementara Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc mengatakan, UTS dibangun untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak di Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi. UTS diharapkan akan mampu melahirkan semakin banyak engineer-engineer.

“Semoga para Elang Muda di masa depan akan menjadi para pemikir dan praktisi ulung dalam membangun peradaban. Pentingnya melahirkan para insiyur bukan hanya dari kemampuan mereka menciptakan inovasi, teknologi, dan lain sebagainya, tetapi ‘the way of thingking’” tandasnya. (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *